Menunggu Tarian Gipsy di Dublin

Jelang Playoff Piala Dunia

Menunggu Tarian Gipsy di Dublin

- Sepakbola
Jumat, 13 Nov 2009 17:12 WIB
Menunggu Tarian Gipsy di Dublin
Dublin - Sebutan Kaum Gipsy identik dengan sekelompok masyarakat yang suka berpindah-pindah tempat. Akhir pekan ini di Dublin akan menunggu 'Tarian Gipsy' dari seorang Andre Pierre Gignac.

Gipsy yang merupakan kaum nomaden di Eropa itu seringkali dianggap rendah oleh orang Eropa kebanyakan. Sifat mereka tidak bisa dipercaya, misterius, dan suka curiga membuat mereka terasingkan oleh masyarakat sekitarnya.

Namun, dibalik fakta jelek itu semua tersimpan sebuah keunikan tersendiri dari kaum tersebut. Sebagai kaum pengembara, orang-orang Gipsy termasuk pribadi ramah dan santai yang tidak segan-segan menyatakan perasaan suka dan duka dalam kehidupan melalui nyanyian serta tarian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini sebuah tarian Gipsy akan ditunggu kemunculannya di Dublin, Sabtu (13/11/2009) kala Prancis bertemu tuan rumah Irlandia dalam leg I Playoff Piala Dunia 2010 Zona Eropa. Pelakunya adalah striker Prancis berdarah Gipsy, Gignac, yang sekarang kerap jadi andalan Raymond Domenech.

Pada babak kualifikasi lalu, Prancis yang dihuni striker kelas dunia macam Thierry Henry, Karim Benzema dan Nicolas Anelka seperti kesulitan untuk menemukan jalan untuk menembus jala lawan-lawannya. Alhasil, Prancis yang merupakan favorit grup harus merelakan tiket otomatis untuk Serbia dan mereka harus melaluiΒ  playoff.

Gignac yang notabene masih asing di telinga penggemar sepakbola dunia dan hanya bermain di klub sekelas Toulouse membuka mata pendukung Prancis kalau lini depan Les Blues tak hanya milik tiga nama di atas. Di saat ketiganya mandul, Cignac tampil sebagai penyelamat tim.

Contohnya adalah dua kali partai melawan Kepulauan Faroe. Di pertemuan pertama, Gignac menjadi pahlawan tim lewat gol tunggalnya yang memenangkan Prancis 1-0. Di laga keduanya, dua gol Gignac di menit akhir babak pertama membuka jalan Prancis untuk selanjutnya mengakhiri laga dengan skor telak 5-0.

Total sudah empat gol yang diborong topskor Liga Prancis musim lalu dengan 24 gol itu selama delapan kali menghuni 'Tim Ayam Jantan'. Satu gol lagi diciptakan saat Prancis kalah 1-3 dari Austria dalam laga kualifikasi juga.

"Mereka (orang Gipsy) membuat makanan untuk 100 orang, walaupun cuma ada 30 orang. Kami suka makan dan minum, bermain dan berburu. Aku punya pengalaman hebat saat berburu kelinci dan rusa. Aku tidak yakin kalau aku boleh melakukannya lagi," ungkap Gignac berorangtuakan keturuan Gipsi Spanyol kepada Dailymail.

"Orang-orang sungguh luar biasa. Mereka seperti penembak jitu. Salah satu sepupu istriku menembak burung dari jarak 40 meter dan seketika burung itu jatuh dari langit," tuturnya lagi.

Nah, dengan kemampuan Gignac sebagai seorang Gipsy, tentunya Domenech berharap jika Gignac diturunkan nanti dapat menjadi seorang pemburu handal di depan gawang Irlandia untuk memuluskan langkah juara dunia 1998 ke Afsel 2010. Bisa? (mrp/nar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads