Fakta singkat mengenai kehebatan keduanya adalah status penguasa konfederasi masing-masing dengan Brasil adalah juara bertahan Copa America 2007 dan Spanyol sebagai jawara Eropa 2008. Dan satu lagi, keduanya berada di peringkat dua besar rangking FIFA, di mana Kaka dkk menjadi pemuncaknya serta Fernando Torres cs menguntit di bawahnya.
Sudah jelas kalau keduanya menjadi kandidat kuat peraih trofi Piala Dunia di Afrika Selatan tahun depan. Sebagaimana Inggris yang kini dilatih Capello adalah juga favorit untuk menjuarai turnamen sepakbola terakbar di dunia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu pertama kalinya kami melawan tim yang kuat secara fisik, cepat dan punya teknik yang bagus," ujar Capello dalam wawancara dengan Press Association Sport.
"Gaya mereka sangat berbeda dengan Spanyol. Spanyol sangat bagus di sisi teknik. Mereka banyak mengumpan. Tapi mereka tidak kuat dan pertahanannya pun tidak begitu baik," lanjutnya.
Sebelum melawan Brasil dalam laga ujicoba yang berakhir dengan kekalahan 0-1 untuk The Three Lions, Capello bersama skuadnya juga sempat bertemu Spanyol dalam partai persahabatan Februari lalu. Inggris waktu itu takluk 0-2.
Nah, penampilan Inggris saat menghadapi keduanya lah yang jadi dasar pemikiran Capello kalau Brasil itu masih lebih kuat dari Spanyol. Meski kalah dua gol, Inggris masih bisa memberikan perlawanan. Beda kala semalam berduel dengan Brasil, di mana si lawan mendominasi hampir sepanjang laga.
"Ketika kami melawan Spanyol mereka sangat baik tapi kami masih bisa membuat empat peluang untuk mencetak gol. Sabtu malam (melawan Brasil) aku hitung cuma dua peluang saja; Dari crossing James Milner dan sebuah kesempatan ketika tembakan Wayne Rooney usai men-dribble bola," tukas mantan pelatih AC Milan, Real Madrid, AS Roma dan Juventus itu.
"Ketika anda melihat hal itu, aku tidak berpikir Brasil itu mudah untuk dikalahkan," pungkas pelatih 63 tahun itu.
(mrp/arp)











































