Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Stade De France, Kamis (19/11/2009) dinihari WIB, Keane membawa Republik Irlandia unggul terlebih dahulu pada menit 32. Tendangannya menyambut operan dari Damien Duff tak mampu dihalau oleh kiper Prancis, Hugo Lloris.
Setelahnya Irlandia tampil relatif lebih dominan dan beberapa kali memberikan ancaman kepada pertahanan Prancis. Namun demikian, tak ada satu pun peluang yang mereka ciptakan berbuah gol. Laga 90 menit pun berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Irlandia, yang artinya harus berlanjut ke babak extra time--lantaran agregat kedua tim sama kuat, yakni 1-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pemain Irlandia pun melakukan protes kepada wasit dan juga hakim garis. Namun, protes mereka tak didengarkan. Wasit tetap menyatakan gol itu sah dan akhirnya Prancis pun lolos berkat gol kontroversial.
Tersingkir dengan cara demikian bikin Irlandia sakit hati. Keane dalam kekecewaannya bahkan sampai menyemprot FIFA yang disebutnya lebih menginginkan melihat Prancis di Afrika Selatan.
"Bolanya jelas-jelas mengenai tangan dan kami sangat terganggu dengan hal itu. FIFA jelas tak mau melihat Irlandia di Piala Dunia," ucapnya kepada Eurosport.
"Kami menciptakan banyak kesempatan. Kami berhak bangga kepada permainan kami, tetapi kami gagal lolos," tukasnya.
(roz/din)











































