Hiddink tak diragukan lagi merupakan salah satu pelatih paling sukses yang pernah dimiliki Belanda. Selain trek rekornya yang sangat panjang bersama banyak tim papan atas Eropa, Hiddink juga dikenal sebagai spesialis Piala Dunia.
Sejak tahun 1998, pria 63 tahun itu selalu berhasil membawa tim yang dibesutnya lolos ke putaran final Piala Dunia. Berawal dengan Belanda di 1998, dia kemudian mencetak sejarah bersama Korea Selatan di tahun 2002. Tiga tahun lalu Hiddink juga sukses lolos ke Jerman bersama timnas Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenangan 2-1 di leg I gagal dipertahankan pada pertemuan kedua, di mana Rusia takluk 0-1. Andrei Arshavin dkk pun dipaksa melupakan Piala Dunia 2010 karena kalah agresivitas gol tandang.
Sayangnya, kegagalan tersebut tak bisa ditanggapi Hiddink dengan jiwa besar. Seperti diklaim pelatih Slovenia, Matjaz Kek, Hiddink sama sekali tak berjabat tangan dengannya usai laga dinihari tadi.
"Mr Hiddink adalah salah satu pelatih terbaik, seorang gentleman dan saya yakin ini menjadi hari yang tak mudah buatnya. Tapi saya juga layak mendapat jabat tangan," ungkap Matjaz usai pertandingan seperti diberitakan Reuters.
Sikap dingin yang ditunjukkan Hiddink tak cuma terjadi di pinggir lapangan. Hingga konferensi pers digelar, kedua pelatih itu sama sekali tak saling bertegur sapa. (din/a2s)











































