Pada Rabu (18/11/2009) malam Irlandia bertarung di Stade de France dengan misi membalas kekalahan 0-1 dari Prancis di pertemuan pertama mereka di Dublin, dalam laga playoff zona Eropa.
Misi itu sempat terwujud ketika Robbie Keane mencetak gol di menit 32, dan Irlandia menang 1-0 sampai babak kedua selesai. Namun, bencana buat mereka datang di menit 103 babak tambahan. Gol William Gallas, dari operan Thierry Henry yang handball, membuyarkan misi sekaligus mimpi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bilang pada wasit, adalah mungkin membuat kesalahan-kesalahan yang sangat besar," tutur Trapattoni dalam jumpa pers setelah pertandingan. "Ini malam yang pahit."
Selanjutnya pelatih kawakan Italia itu menyayangkan sang pengadil lapangan hijau yang langsung mengambil keputusan setelah bola dari Gallas bersarang di jala Shay Given.
"Saya sedih karena wasit punya waktu untuk menanyakan ke hakim garis, dan saya yakin diaΒ seharusnya bertanya pada Henry pula," lanjut 'Mr. Trap'.
"Semua orang Eropa melihat pertandingan ini dan apa yang terjadi. Prancis bermain bagus di Dublin, tapi kali ini kami tampil lebih baik. Dan dari dua pertandingan, kami semestinya pantas berangkat ke Afrika Selatan," pungkasnya.
(a2s/din)











































