Italia Ikut 'Panas' pada Prancis

Italia Ikut 'Panas' pada Prancis

- Sepakbola
Jumat, 20 Nov 2009 11:08 WIB
Italia Ikut Panas pada Prancis
Dublin - Republik Irlandia mendapat dukungan moral dari Italia. Beberapa figur sepakbola "Negeri Pizza" merasa sebal dengan kelolosan Prancis ke Piala Dunia 2010 karena kemenangan yang didapat kontroversial.

"Saya ikut merasa sangat kecewa untuk Giovanni Trapattoni," demikian kapten Italia Fabio Cannavaro menyebut nama pelatih Irlandia, yang kalah agregat 1-2 dari Prancis diΒ playoff Rabu malam kemarin.

"Prancis selalu mengkritik masalah-masalah sepakbola kami, tapi saya pikir mereka tidak sedang dalam posisi untuk menguliahi kami tentang fair play," sambung bek Juventus itu, seperti dikutip Football Italia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Italia dan Prancis mulai menjadi rival yang panas semenjak mereka berduel di final Piala Dunia 2006, yang dimenangi Italia dan Zinedine Zidane menanduk Marco Materazzi. Pelatih Les Bleus Raymond Domenech juga pernah menyerang sepakbola Italia yang penuh kecurangan.

"Sulit untuk menahan diri jika Anda sudah berada di lapangan. Tapi setidak-tidaknya mereka bisa dong melakukan selebrasi yang lebih sopan. Prancis beruntung karena mereka menghadapi tim yang memiliki budaya sportif luar biasa seperti Irlandia," tambah Cannavaro, yang juga mendukung digelarnya partai ulang.

Sementara itu pemain legendaris Italia yang saat ini menjadi asisten manajer Irlandia, Marco Tardelli, lebih keras menanggapi kontroversi ini. Ia menganggap wasit telah memperlakukan Irlandia seperti "orang bodoh" dan semangat fair play hanya ada di bibir.

"Anda tak bisa mengajarkan fair play. Ini bukan olahraga lagi. Sayangnya, sepakbola sedang menjadi permainan politik," ujar Tardelli kepada Dahlia Sport.

"Ada beberapa hal yang semuanya terlihat ganjil buat saya. Contohnya, mereka mengubah aturanΒ  undian (playoff) tiga bulan sebelumnya, ketika tim-tim besar mulai tampak kepayahan."

"Kami satu-satunya tim non-unggulan yang memainkan leg pertama di lapangan sendiri. Kami bermain sangat bagus dan gol mereka semestinya dianulir. Paling tidak, kami pantas melakukan adu penalti," lanjut asisten pelatih Giovanni Trapattoni.

Tentang teknis gol kontroversial tersebut, Tardelli mengamini pendapat Trapattoni terkait prosedur pengambilan keputusan. "Wasit seharusnya menghentikan dulu pertandingan dan bertanya pada Henry apakah bola mengenai tangannya. Itu tugas dia."

"Saya pikir, bahwa kalau dia memang handball, Henry harus mengakui itu. Tapi dalam kasus ini, wasit bahkan tidak mempertimbangkan kemungkinan tersebut. Dia pikir pemain-pemain dan manajemen Irlandia itu idiot," pungkas Tardelli. (a2s/mrp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads