Domenech: Buat Apa Minta Maaf?

Domenech: Buat Apa Minta Maaf?

- Sepakbola
Jumat, 20 Nov 2009 19:07 WIB
Domenech: Buat Apa Minta Maaf?
Paris - Kemenangan kontroversial Prancis sudah bikin 'patah hati' Republik Irlandia. Namun Raymond Domenech tidak merasa negaranya harus meminta maaf kepada Robbie Keane dkk. Sebabnya?

Gol Keane di babak pertama sempat menghidupkan peluang Irlandia untuk lolos ke Afrika Selatan tahun depan. Namun di babak perpanjangan waktu, gol William Gallas yang menerima umpan Thierry Henry membuyarkan harapan The Green Force.

Proses terciptanya gol tersebut yang hingga kini masih jadi kontroversi terkait handball Henry sebelum mengumpan kepada Gallas. Meski si pemain sudah mengakuinya, namun Irlandia terlanjut kecewa berat. Mereka sempat mengajukan laga untuk diulang meski akhirnya ditolak ditolak FIFA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini bila pemain dari dua kubu, fans, sampai presiden sudah berkomentar mengenai kasus itu. Bagaimana dengan Domenech yang adem ayem saja pasca kejadian itu?

Si pelatih Prancis itu pun akhirnya buka suara perihal kelolosan timnya tersebut. Ia menilai ini semua murni kesalahan dari wasit dan tak semestinya Henry yang menjadi kambing hitam atas kegagalan Irlandia tersebut.

"Aku tidak melihat adanya handball di lapangan. Aku sudah melihatnya berkali-kali dan itu jelas kesalahan wasit. Bagiku ini adalah insiden dalam sebuah pertandingan dan tidak ada kecurangan. Oleh karena itu kurasa kami tidak perlu meminta maaf kepada mereka," tegas Domenech di lexpress yang dilansir Reuters.

Baginya tak ada guna Irlandia untuk mengeluh atau kesal akan keputusan yang merugikan mereka. Domenech menilai kalau pasukan Giovanni Trapattoni itu sudah lebih dulu kalah saat laga leg 1 berakhir.

"Untukku, kelolosan kami sudah ditentukan di leg pertama (ketika Prancis menang 1-0 di Croke Park) di mana itu bisa membuat publik melupakan kejadian hari ini," tuturnya lanjut.

"Aku tidak mengerti bagaiman bentuk moral dari kejadian ini. Aku mengerti sakit rasanya jika kalah akibat kesalahan wasit. Dan aku juga mengerti amarah Irlandia dan jika aku di posisi mereka, aku juga bakal berteriak kalau ada skandal di situ," ungkapnya mengenai rumor kalau ada konspirasi untuk menyingkirkan Irlandia dari Piala Dunia 2010.

Ia mengatakan apa yang menimpa Henry seperti saat Diego Maradona menjadi sasaran amuk para pendukung Inggris di Piala Dunia 1986 saat melakukan gol Tangan tuhan.

"Aku tidak keberatan jika kami meminta Thierry (Henry) untuk mengenakan mahkota dan sayap malaikat jika ia bilang kalau ada foul saat itu. Tapi kami juga akan meminta hal sama dari semua orang," tandasnya.

"sekali lagi kami menang di Dublin dan kejadian di Prancis tidak terlihat amoral untukku. Kupikir semua fans Prancis senang karena kami sudah lolos. Aku tidak mengerti kenapa kami disalahkan seperti ini," demikian pelatih bergelar Sarjana Astrologi itu. (mrp/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads