Duel kedua tim di leg 2 Playoff Piala Dunia pertengahan pekan ini memang jadi polemik berkepanjangan akibat handball Thierry Henry yang membuat William Gallas dapat mencetak gol. Alhasil mimpi Irlandia untuk memesan tiket ke Afrika Selatan tahun depan jadi buyar.
Kontan Irlandia yang merasa dicurangi oleh wasit geram. Berbagai macam komentar miring kepada Prancis dan Henry terus berdatangan, meski ada beberapa yang membela. Bahkan Asosiasi Sepakbola di sana pun meminta laga tersebut diulang walaupun akhirnya FIFA menolaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam sepakbola ketidakdilan itu bisa muncul setiap saat. Titi (Henry) tidak pantas mendapatkan itu (caci maki). Jangan usik dia lagi. Siapa yang salah? Jelas wasit," cetus bek Manchester United itu kepada Sportinglife.
Lebih lanjut Evra menilai kalau ajakan The Boys in Green kepada Les Blues untuk meminta laga ulangan itu hanyalah sia-sia belaka. Dan ia pun malah mengeluarkan pernyataan yang terkesan menyindir lawannya tersebut. Apa itu?
"Lalu aku berpikir kalau beberapa politisi yang ingin laga itu diulang.. Sepertinya mereka tidak tahu kalau bola itu bundar dan mereka akan menjadi yang pertama datang ke Afrika Selatan dan minum Sampanye."
"Laga ulang? Aku akan melakukannya jika anda mau itu dilakukan di Playstation," demikian pemain 28 tahun itu menutupnya. (mrp/din)











































