Teori Konspirasi, Benarkah Ada?

Drawing Piala Dunia

Teori Konspirasi, Benarkah Ada?

- Sepakbola
Jumat, 04 Des 2009 10:39 WIB
Teori Konspirasi, Benarkah Ada?
Jakarta - Drawing Piala Dunia selalu dilakukan secara terbuka dan bahkan ditayangkan langsung ke seluruh penjuru dunia. Meski begitu, masih ada tuduhan kalau pengundian itu pernah dan kembali berpeluang dicurangi.

Seperti sudah menjadi kebiasaan sejak menggunakan format 32 tim, seluruh kontestan Piala Dunia 2010 dibagi ke dalam empat pot yang sekaligus menunjukkan status unggulan mereka. Nantinya dari masing-masing pot tersebut akan dibagi ke dalam delapan grup, dengan salah satu timnya berstatus unggulan.

Yang paling ditakutkan oleh seluruh negara kontestan tentu saja jika hasil undian memasukkan mereka dalam grup neraka. Dengan Portugal dan Prancis yang tak masuk sebagai negara unggulan, peluang adanya grup neraka lebih dari satu sangat mungkin terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Publik Inggris misalnya. Meski jadi negara unggulan, The three Lions bisa saja tergabung dengan Amerika Serikat (Pot 2 dan berstatus finalis Piala Konfederasi), Pantai Gading (Pot 3) serta Prancis atau Portugal (Pot 4).

Kekhawatiran akan berada di grup neraka tersebutlah kemudian memunculkan tuduhan kalau drawing Piala Dunia bisa diatur, meski umumnya tudingan tersebut dikaitkan dengan upaya memberi tuan rumah keuntungan.

Salah satu teori konspirasi pengaturan drawing Piala Dunia ini adalah saat edisi 1990 di Italia. Dalam gala drawing yang dihadiri Sophia Loren, kubu argentina menuduh telah ada upaya untuk merugikan mereka yang berstatus juara bertahan sementara tuan rumah diuntungkan karena dapat lawan yang mudah.

Isu yang berhebus saat itu menyebut kalau Sophia Loren menggunakan cicin bermagnet sehingga bisa mengetahui bola mana yang sudah ditandai. Alhasil 'Tim Tango' tegabung bersama Kamerun, Romania dan Rusia. Sementara Italia berbagi grup dengan Republik Ceko, Austria dan Amerika Serikat.

Italia saat itu lolos dari fase grup dengam meraih hasil sempurna, sementara Argentina lolos dengan status penghuni posisi tiga terbaik. Uniknya kedua kesebelasan kemudian saling baku hantam di semifinal, dengan Albiceleste keluar sebagai pemenang lewat drama adu penalti.

Tudingan serupa muncul tiga tahun lalu di Piala Dunia 2006. Kali ini gantian Italia yang merasa dirugikan karena mereka berada satu grup dengan Ghana, Republik Ceko dan Amerika Serikat.

Sky Italia saat itu mengklaim melihat bola duplikat yang diambil Lothar MatthΓ€us saat memilih di grup Italia. Stasiun televisi tersebut juga menuduh kalau bola-bola undian sudah terlebih dulu dipanaskan dan dinginkan untuk menandai negara tertentu.

"Pihak Italia pasti gila menuduh saya melakukan itu. Itu jelas omong kosong," bantah MatthΓ€us saat itu.

MatthΓ€us saat itu bebas dari tuduhan yang dilontarkan pihak Italia karena Gli Azzurri kemudian keluar sebagai juara.

Kecurigaan telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari sepakbola global saat ini, apalagi yang dipertaruhkan adalah event sekelas Piala Dunia. Entah apakah bakal ada tuduhan kecurangan setelah FIFA mengundi keseluruh 32 tim dalam acara yang akan ditayangkan langsung oleh RCTI pukul 23.00 WIB malam nanti.

(din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads