Duka di Balik Persiapan Pesta

Piala Dunia 2010

Duka di Balik Persiapan Pesta

- Sepakbola
Jumat, 04 Des 2009 13:12 WIB
Duka di Balik Persiapan Pesta
Cape Town - Di balik persiapan Afrika Selatan untuk Piala Dunia tahun depan, ada satu kelompok yang terpaksa menderita, yakni tunawisma. Penggusuran yang terus dilakukan pemerintah membuat mereka protes.

Masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, kejahatan, dan juga kriminalitas merupakan hal yang tidak sulit ditemui di Afrika Selatan. Diberitakan AFP, 50 orang terbunuh setiap harinya.

Piala Dunia tinggal dalam hitungan bulan lagi. Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para kontestan dan suporter dari berbagai negara, tuan rumah mengerahkan aparat keamanan dalam jumlah besar. 41 ribu polisi di bantu dengan jajaran departemen pertahanan Afsel siap diturunkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu langkah preventif yang dilakukan adalah penggusuran tunawisma. Seperti diberitakan AP, cara ini mendapatkan protes. "Penggusuran oleh polisi meningkat setiap hari. Ini karena Afrika Selatan ingin memberikan kesan yang baik bagi tamu-tamu asing yang akan datang. Merka menganggap kami layaknya serangga atau lalat," ujar salah seorang tunawisma bernama Isaac Lewis.

"Seorang petugas dari dinas sosial datang dan membawa kami ke tempat penampungan ini. Kami diperlakukan layaknya seperti ayam. Tapi kami tak punya pilihan. Sebab saya diancam akan dipenjara bila melawan," ujar tunawisma lain Ziettha Meyer.

"Mereka mendatangi kami dan berkata: orang-orang seperti kalian harus pergi karena kami sedang membersihkan lingkungan untuk Piala Dunia," sambungnya.

Walikota Cape Town, salah satu kota penyelenggara Piala Dunia, mengatakan pihaknya tak mengusir para tunawisma itu. "Kami tak memaksa. Proses ini benar-benar dilakukan secara sukarela. Kami tak mengincar tunawisma itu."

Bagaimana tanggapan dari panitia penyelenggara? "Kejahatan sosial bukanlah tanggung jawab kami. Kami bertugas untuk menjaga agar tak terjadi kejahatan yang menyangkut acara ini. Tugas kami adalah menjaga keamanan di bandara, fan zone, dan stadion," kata ketua panitia penyelenggara Danny Jordaan seperti dilansir dari AFP.


(nar/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads