Masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, kejahatan, dan juga kriminalitas merupakan hal yang tidak sulit ditemui di Afrika Selatan. Diberitakan AFP, 50 orang terbunuh setiap harinya.
Piala Dunia tinggal dalam hitungan bulan lagi. Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para kontestan dan suporter dari berbagai negara, tuan rumah mengerahkan aparat keamanan dalam jumlah besar. 41 ribu polisi di bantu dengan jajaran departemen pertahanan Afsel siap diturunkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seorang petugas dari dinas sosial datang dan membawa kami ke tempat penampungan ini. Kami diperlakukan layaknya seperti ayam. Tapi kami tak punya pilihan. Sebab saya diancam akan dipenjara bila melawan," ujar tunawisma lain Ziettha Meyer.
"Mereka mendatangi kami dan berkata: orang-orang seperti kalian harus pergi karena kami sedang membersihkan lingkungan untuk Piala Dunia," sambungnya.
Walikota Cape Town, salah satu kota penyelenggara Piala Dunia, mengatakan pihaknya tak mengusir para tunawisma itu. "Kami tak memaksa. Proses ini benar-benar dilakukan secara sukarela. Kami tak mengincar tunawisma itu."
Bagaimana tanggapan dari panitia penyelenggara? "Kejahatan sosial bukanlah tanggung jawab kami. Kami bertugas untuk menjaga agar tak terjadi kejahatan yang menyangkut acara ini. Tugas kami adalah menjaga keamanan di bandara, fan zone, dan stadion," kata ketua panitia penyelenggara Danny Jordaan seperti dilansir dari AFP.
(nar/din)











































