Ketat tapi Tak Maut

Undian Piala Dunia 2010

Ketat tapi Tak Maut

- Sepakbola
Sabtu, 05 Des 2009 02:28 WIB
Ketat tapi Tak Maut
Jakarta - Ke-32 finalis Piala Dunia 2010 telah memiliki grup masing-masing. Beberapa tim unggulan masuk grup ketat, tapi relatif tidak maut. Juara bertahan Italia dan tim favorit Inggris mendapat undian yang "aman".

Dari delapan grup yang telah tercipta pada pengundian di Cape Town, Afrika Selatan, Jumat (4/12/2009) malam, Grup D dan G boleh dibilang yang paling ketat. Tim spesialis turnamen, Jerman, dan negara yang paling sering memenangi Piala Dunia, Brasil, mendapat lawan-lawan cukup tangguh.

Jerman yang menjadi juara tiga di Piala Dunia 2006 di tanah sendiri, walaupun di atas kertas tetap merupakan tim terbaik, dipastikan bekerja keras dalam persaingannya dengan Australia, Serbia, dan Ghana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Australia tiga tahun lalu, dalam Piala Dunia keduanya, sukses menembus babak 16 besar. The Socceroos yang saat ini dilatih Pim Verbeek tetap tangguh walaupun telah meninggalkan Konfederasi Oceania ke Asia. Sederet pemain bintang yang bermain di liga-liga top Eropa menjadi modal besar bagi tim Negeri Kanguru untuk diperhitungkan.

Serbia jelas merupakan salah satu tim kuda hitam dari Balkan, sebagaimana negara cikal bakal mereka, Yugoslavia, punya reputasi bagus sejak dulu. Adapun Ghana adalah salah satu negara terbaik di kawasan Afrika. Di Piala Dunia pertamanya di Jerman 2006, mereka langsung menembus putaran kedua. Michael Essien dkk dinilai semaki n kuat performanya.

Di Grup G, juara lima kali Brasil akan bertemu "saudara mudanya", Portugal. Meskipun lolos ke Afsel lewat playoff, tapi Portugal sudah diakui sebagai salah satu tim hebat, terutama sejak mereka melahirkan Generasi Emas di awal era 90-an.

Pantai Gading juga salah satu tim yang patut diwaspadai anak-anak dari "Negeri Samba". Didier Drogba cs telah menunjukkan kematangan mereka dalam beberapa tahun terakhir. Barangkali hanya Korea Utara tim terlemah di grup ini, walaupun mungkin saja mereka bisa membuat kejutan, seperti ketika mereka menembus perempatfinal di Piala Dunia 1966.

Grup lain yang memiliki tingkat persaingan tinggi adalah Grup E yang disi Belanda, Denmark, Jepang, dan Kamerun. Boleh dibilang, keempat tim ini mempunyai kualitas relatif berimbang. Belanda boleh bersadar pada pengalaman mereka di turnamen-turnamen besar, juga performa sangat baik mereka di babak kualifikasi.

Persaingan serupa ada di Grup B yang ditempati Argentina, Nigeria, Korea Selatan dan Yunani. Jika mengacu pada penampilannya di babak kualifikasi, skuad "Tango" harus ekstra waspada dengan tiga rivalnya ini, yang memiliki kualitas tak bisa diremehkan.

Afrika Selatan juga akan mempertaruhkan keberadaannya sebagai tuan rumah dengan perjuangan keras. Meksiko yang akan menjadi lawan pertamanya, adalah sebuah kekuatan tersendiri dari benua Amerika. Uruguay dan Prancis, walaupun tertatih-tatih sehingga memerlukan playoff, tetaplah berstatus mantan juara dunia.

Tiga tim favorit yang cukup beruntung berada di grup "ringan" adalah Italia, Inggris dan Spanyol. Bercokol di Grup F, Italia diperkirakan mampu mengatasi Paraguay, Selandia Baru dan tim debutan Slovakia.

Inggris juga begitu. Dengan optimisme tinggi berkat tangan pelatih hebat Fabio Capello, juara dunia 1966 itu semestinya tak punya kesulitan berarti menghadapi Amerika Serikat, Aljazair dan Slovenia.

Juara Eropa Spanyol pun di atas kertas sulit dibendung oleh tiga pesaingnya di Grup H, yakni Swiss, Honduras, dan Cile. Masalah baru muncul di babak kedua. Tim "Matador" bisa bertemu Brasil atau Portugal di babak 16 besar, apabila kedua tim tersebut lolos dari Grup G.

(Lihat pembagian grup Piala Dunia 2010 di sini) (a2s/arp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads