Dalam undian yang digelar di Cape Town, Sabtu (5/12/2009) dinihari WIB, keempat negara Asia yang akan berkompetisi di Afrika Selatan tahun depan masuk ke grup yang berat.
Australia yang untuk pertama kalinya mewakili Asia bisa dibilang adalah wakil paling sial. Socceroos berada di Grup D bersama dua tim kuat Eropa Jerman dan Serbia serta wakil tangguh Afrika, Ghana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau sulit, Australia bisa dibilang malah menjadi ujung tombak Asia untuk berbicara. Tahun 2006, Australia yang masih mewakili Oseania berhasil lolos dari grup yang berisi Brasil, Kroasia dan Jepang dengan predikat runner-up grup.
Di Afsel, Australia cukup berpeluang mengulangi catatan manisnya empat tahun lalu. Kunci untuk lolos terletak pada kemampuan mereka merebut angka dari Serbia dan Ghana karena melawan Jerman, peluang membuat kejutan relatif kecil.
Yang mendapat undian tak kalah berat adalah Korea Utara. Negara yang terakhir kali lolos pada Piala Dunia 1966 itu bergabung di Grup G bersama Brasi, Pantai Gading dan Portugal.
Melihat peta kekuatan grup itu, kans Korut adalah yang terkecil. Walau begitu, dengan kekuatan yang tidak terbaca lawan, Korut tetap masih punya kans untuk memberi kejutan seperti ketika mereka lolos ke perempatfinal pada tahun 1966 di Inggris.
Di Grup E, Jepang akan berjibaku melawan Belanda, Denmark dan Kamerun. Di atas kertas, 'Samurai Biru' sangat sulit untuk lolos mengingat kekuatan lawan-lawan yang masih satu atau dua tingkat di atas.
Juga masuk grup berat adalah Korsel yang nyemplung di Grup B bersama Argentina, Nigeria dan Yunani. Argentina, jangan ditanya, adalah kandidat terkuat juara grup. Tapi merebut posisi kedua pun akan alot karena Yunani dan Nigeria sangat tangguh.
Melihat situasi itu, sulit berharap akan melihat wakil Asia dapat berbicara banyak di Afsel nanti. Tapi selama bola itu masih bundar, para pendekar terpilih Benua Kuning masih boleh menghimpun asa.
(arp/key)











































