Tahun 1986, ada seorang pemain ajaib yang nyaris 'sendirian' mengantar Argentina menjadi juara dunia. Semua orang pasti tahu, sosok itu adalah Diego Armando Maradona.
Duapuluh empat tahun kemudian, Maradona akan kembali ke Piala Dunia--kali ini dengan peran sebagai pelatih nasional Argentina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ya, seragam Argentina yang akan dipakai di Piala Dunia 2010 banyak mengambil inspirasi dari seragam Albiceleste tahun 1986. Penggunaan lambang asosiasi sepakbola yang sama dengan tahun 1986 dan lambang negara 'Sun of May' di punggung kaus akan menggelorakan semangat para pemain dan pendukung.
Atau mau dengar cerita kehebatan mesin diesel yang lambat panas tapi ampuh di turnamen besar seperti yang dimiliki Jerman? Memori tiga kemenangan akbar di Piala Dunia 1954, 1974 dan 1990 menjadi roh dari seragam baru Der Panzer yang akan dipakai di Afsel kelak.
Di bagian muka, terdapat 11 garis vertikal yang menjadi simbol untuk persatuan tim yang terdiri dari 11 pemain, cocok dengan moto mereka: Teamgeist alias semangat tim. Di atas lambang federasi, tiga bintang berwarna emas sebagai tanda tiga titel juara dunia menjadi sumber kebanggaan tim.
Sementara, Spanyol yang tahun 2008 lalu berhasil merajai Eropa juga tak mau kalah datang dengan semangat juara dalam wujud seragamnya. Seragam berwarna merah menyala (La Furia Roja) yang akan dipakai Fernando Torres dkk merupakan perulangan dari warna yang dipakai di seragam Spanyol saat menjadi juara Eropa tahun 1964.
Tapi kostum yang memiliki kisah menarik tidak lengkap tanpa teknologi canggih yang menyertainya. Argentina dan Jerman adalah dua di antara 12 tim kontestan Piala Dunia 2010 yang kostumnya dilengkapi fitur-fitur canggih buatan produsen aparel asal Jerman, adidas.
Fitur canggih terbaru yang ditanamkan adidas dalam seragam-seragam itu disebut sebagai Techfit. Teknologi Techfit memungkinkan pemain melakukan gerakan yang lebih baik dalam kondisi cuaca apa pun.
Secara umum, seragam Techfit dibuat dengan sistem kompresi sehingga membuat pakaian itu melekat lebih ketat ke badan pemain. Dengan demikian, pemain dapat mencapai tenaga, kecepatan dan daya tahan yang maksimum, mengurangi getaran otot dan memperbaiki postur tubuh pemain.
Seperti dijelaskan oleh Monica Ang, Brand Manager adidas Indonesia sebelum launching bola resmi Piala Dunia 2010, Jabulani, di Jakarta, Jumat (4/12/2009) malam, teknologi ini meningkatkan kekuatan pemain 5,3 persen, kekuatan lompatan bertambah 4 persen, kecepatan lari naik 1,1 persen dan daya tahan otot meningkat 0,8 persen.
Perpaduan desain yang inspiratif dan teknologi canggih yang meningkatkan performa pemain bakal menjadi kombinasi yang menarik. Kira-kira, dengan keunggulan teknis dan non teknis seperti itu, akan sampai di mana perjalanan tim-tim tersebut?
(arp/a2s)











































