Setidaknya dalam empat keikutsertaan terakhir, Inggris tiga kali tersingkir akibat kalah dalam adu tendangan penalti. Hal ini mereka alami pada Piala Dunia 1990 (kalah di semifinal oleh Jerman Barat), Piala Dunia 1998 (di babak 16 besar dari Argentina) dan Piala Dunia 2006 (di perempatfinal dari Portugal).
Bisa dibilang, adu penalti adalah sebuah kutukan yang patut dihindari Inggris. Le Tissier, mantan penyerang Southampton dan striker tersubur Premiership, menyebut kutukan itu bisa hilang asal punggawa-punggawa Inggris tak jeri lebih dulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semasa bermain dahulu, Le Tissier berhasil mengkonversikan 47 dari 48 penalti yang dialgojoinya menjadi gol. Dengan catatan tersebut, pria berusia 41 ini pun pede menawarkan diri menjadi pelatih khusus untuk penalti bagi Inggris.
"Saya akan sangat senang. Saya akan mengajari mereka bagaimana saya mengambil tendangan penalti."
"Kita harus menghindari pikiran-pikiran negatif mengenai tendangan penalti dan ini mengurangi risiko si penjaga gawang mendapatkan keberuntungan," tandasnya."
(roz/krs)











































