Madrid lolos ke fase knock-out dengan predikat sebagai juara Grup C. Ini dicapai usai memetik kemenangan 3-1 atas Marseille, Kamis (9/12/2009) dinihari WIB.
Di saat yang sama, Milan hanya bermain imbang 1-1 lawan FC Zurich. Alhasil Rossoneri menemani Madrid untuk lolos, di mana hal tersebut tidak terlepas dari ketidakmampuan Marseille menang atas Madrid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didier Deschamps yang menukangi Marseille kian menyesal karena timnya sebenarnya punya kesempatan untuk meraih momentum kebangkitan lawan Madrid.
Dalam kedudukan tertinggal 1-2, Marseille dihadiahi penalti pada menit 69. Sial untuk mereka, sepakan Lucho hanya menemui mistar. Seandainya bola masuk maka skor akan menjadi 2-2 dan Marseille yang kian bersemangat mungkin saja bikin gol kemenangan.
Akan tetapi, itu semua hanyalah pengandaian belaka karena yang terjadi pada nyatanya tidaklah begitu. "Kami punya peluang dengan penalti itu untuk bikin skor 2-2," tutur Deschamps di Reuters.
"Jika kami bisa mencetak gol itu, entahlah apa yang akan terjadi. Kami mendapat apa yang layak kami dapatkan meski kami juga memiliki penyesalan," lanjut dia berusaha berbesar hati.
Madrid juga mengakui ketangguhan Marseille yang terus berjuang sampai akhir dan memberikan perlawanan sengit untuk Madrid. Untungnya 'Si Putih' juga sudah siap dan tampil tak kalah alot.
"Itu laga berat tapi kami tahu apa yang akan kami hadapi. Kami menangani laga ini dengan tepat untuk lolos. Kami solid, kami mengendalkan permainan," tegas pelatih Madrid Manuel Pellegrini.
(krs/roz)











































