Di belanja transfer musim panas silam, Juventus harus merogoh koceknya hampir 50 juta euro untuk mendatangkan duo Brasil itu. Harapannya Diego dan Melo bisa menjadi pusat kekuatan Bianconeri di lini tengah.
Tentu bukan tanpa alasan manajemen tim Zebra menjatuhkan pilihan kepada keduanya. Track record Diego musim lalu membawa Werder Bremen menjadi finalis Piala UEFA. Sementara Melo mengantar Fiorentina mengakhiri Seri A di peringkat keempat alias zona Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun setelah itu penampilan keduanya bisa dibilang tak cemerlang. Bisa jadi itu yang membuat penampilan Juve tidak stabil dan tak konsisten. Tak pelak kritik pun menimpa mereka.
Akhir tahun ini, tim "Hitam-Putih" harus menerima kenyataan pahit yakni tersingkir dari kejuaraan kasta tertinggi Eropa, Liga Champions usai dibekap Bayern Munich. Dalam laga tersebut, Diego-Melo tampil sebagai starter.
Diego tak berhasil menembus pertahanan Bayern. Pun begitu Melo yang tak bagus dalam memainkan peran sebagai pisau pemutus serangan lawan.
Pelatih Ciro Ferrara selanjutnya mengganti keduanya ketika laga memasuki paruh kedua. Ketika ditarik keluar, tifosi Juventus yang memadati Stadion Olimpico Turin mencibir duo Samba itu.
"Kami membutuhkan penampilan yang impresif dari Diego dan Felipe (Melo). Namun kita tak boleh menyalahkan mereka sebagai penyebab dari kekalahan atas Bayern. Saya berpendapat, kali ini kami kalah karena gagal menunjukkan kesatuan dalam menghadapi rintangan," demikian tukas Ferrara seperti dilansir dari USA Today.
Sampai kapan Juventus dan juga Juventini harus menunggu Diego-Melo menjawab harapan tersebut?
(nar/din)











































