Belum bisa memastikan tiket sebelum matchday enam bikin laga lawan Dynamo, Kamis (10/12/2009) dinihari WIB, jadi sangat krusial untuk Barca. Terpeleset di laga ini bisa berarti tersingkirnya si juara bertahan.
Dengan demikian jantung para pendukung Barca boleh jadi berdetak kian kencang karena gawang tim kesayangannya sudah harus kebobolan saat pertandingan baru berjalan dua menit saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Betapa dominannya Barca itu sendiri bisa tercermin dari penguasaan bola mereka yang mencapai 80 persen di akhir pertandingan, sebagaimana dicatat oleh Soccernet, sehingga praktis menyisakan Dynamo cuman 20 persen saja.
"Kami bereaksi dengan baik setelah tertinggal, dan setelah Dynamo bikin gol mereka nyaris tidak bisa menembus lini tengah. Kami menunjukkan kesabaran dalam membuat mereka hilir-mudik dan kami kemudian bisa mengontrol permainan," nilai pelatih Barca Pep Guardiola di Reuters.
Dominasi ini juga dilengkapi dengan sepasang gol yang membalikkan keadaan. Xavi Hernandez bikin gol di babak kedua untuk membawa skor kembali imbang sebelum Lionel Messi memastikan kemenangan.
"Aku terutama ingin berterimakasih kepada seluruh skuad karena mereka sudah menunjukkan usaha yang luar biasa. Grup ini sangat menyeramkan dan kami harus mengatasi banyak hambatan," lugas Guardiola.
(krs/key)










































