Well, anggapan Ranieri itu bisa dibilang masuk akal juga terkait hadirnya dua raksasa buangan Liga Champions, yaitu Liverpool dan Juventus di kejuaraan yang dulu bernama Piala UEFA itu.
Liverpool yang menjadi langganan Liga Champions dalam lima tahun terakhir kalah bersaing dengan Fiorentina dan Lyon. Sementara Juventus harus merelakan dua spot teratas kepada Bordeaux dan Bayern Munich.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Liverpool dan Juve saja, sejumlah kuda hitam di Liga Champions seperti Rubin Kazan, Atletico Madrid dan Marseille ikut turun kasta bersama mereka.
"Tidak ada perbedaan besar antara dua kompetisi itu tahun ini. Logisnya saat ini Liga Champions lebih prestisius. Namun ketika tim lain masuk ke sini maka Europa League akan sejajar," ucap Ranieri di Football Italia.
AS Roma yang tengah ditukanginya pun sejauh ini membuat laju bagus di Europa League. Sempat kalah di laga awal Grup E, Roma kini sudah mengantungi tiket lolos ke fase 32 besar.
Meski begitu, Roma tetap mengincar kemenangan melawan CSKA Sofia di laga pamungkas, Kamis (17/12) guna memastikan jadi juara grup. Hal ini tentunya menghindari pertemuan awal dengan tim macam Liverpool atau Juve.
"Apa yang kami lakukan belum lah usai. Kami masih punya misi dan itu adalah menjadi juara grup. Walaupun tujuan utama kami adalah sebisa mungkin bermain baik," tutur mantan pelatih Chelsea, Valencia dan Juventus itu.
Lalu soal target di kompetisi ini bagaimana, Ranieri?"Penampilan memang kadang berubah, namun sisanya masih sama dan juga dengan motivasi. Kami harus memberi yang terbaik dan mencoba sejauh kami bisa di turnamen ini," pungkas The Tinkerman.
(mrp/din)











































