Hal itu terungkap setelah pada medio akhir Januari juru bicara FIFA mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima lamaran Indonesia untuk jadi tuan rumah Piala Dunia 2018 atau 2022.
Kabar ini jelas mengejutkan karena dapat dinilai sangat ambisius mengingat secara prestasi Indonesia bukan hanya tak pernah lolos ke putaran final Piala Dunia, tapi bahkan tidak pernah sampai ke tahap akhir babak kualifikasi zona Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih di ranah lokal, penggila sepakbola Indonesia juga dikejutkan dengan kabar lain di bulan pertama tahun 2009. Klub raksasa Inggris Manchester United diumumkan bakal menyambangi Jakarta.
Kala itu MU direncanakan akan hadir di ibukota pada bulan Juli 2009, dalam sebuah kunjungan yang merupakan bagian dari Tur Asia.
Ini jelas jadi kabar gembira buat para gila bola umumnya, dan fans MU pada khususnya. Mengingat besarnya basis dukungan fans 'Setan Merah' di Nusantara, MU dipastikan mendapat sambungan hangat. Sayangnya, pada prosesnya nanti kunjungan urung dilakukan.
Dari Liga Primer Inggris tempat MU berkompetisi, Januari juga menjadi bulan spesial. Pada bulan ini Premiership dinobatkan sebagai kompetisi liga domestik terbaik di dunia untuk tahun 2008.
Predikat itu datang dari International Federation of Football History and Statistics (IFFHS), di mana Liga Primer kembali berhasil jadi yang terbaik mengulangi sukses tahun sebelumnya.
Liga Inggris boleh kian berbangga diri karena IFFHS juga menobatkan Manajer MU Alex Ferguson sebagai pelatih terbaik dalam kurun waktu 12 tahun terakhir.
Keberhasilan Ferguson mendulang kesuksesan bersama MU membuatnya melampaui Marcello Lippi, Arsene Wenger, Guus Hiddink dan Sven Goran Eriksson, yang mengisi lima besar daftar susunan IFFHS.
Salah satu kepiawaian Ferguson yang mengantarkannya meraih predikat tersebut niscaya adalah kemampuannya melihat pemain muda berbakat untuk lantas diasahnya jadi pemain bintang. Cristiano Ronaldo, misalnya.
Saat diboyong MU, Ronaldo memang menunjukkan bakat besar kendati baru setelah di Old Trafford-lah namanya benar-benar menjulang sampai akhirnya di bulan Januari ini dinobatkan FIFA sebagai Pemain Terbaik Dunia 2008.
Nama Ronaldo juga terpilih masuk ke dalam Team of the Year 2008 yang didasari dari hasil jajak pendapat para pengakses situs resmi FIFA.
Untuk MU, yang salah satu pemain dan manajernya mendapat kehormatan besar, Januari jelas indah. Tapi tidak buat Liverpool karena selalu tak mampu meraup poin penuh dalam laga Liga Primer di bulan ini. Dari tiga laga seluruhnya berakhir seri, membuat 'Si Merah' jadi tim 'Big Four' dengan hasil terburuk bulan ini.
Beranjak ke tanah Italia, bulan Januari dipanaskan dua nama: David Beckham dan Kaka. Dua pemain AC Milan itu bikin Januari bergelora karena dua sebab berbeda.
Nama pertama, Beckham, melakukan debut untuk Milan yang dia bela sedari Januari dengan status pemain pinjaman. Setelah di awal bulan bermain di laga persahabatan lawan Hamburg, pesepakbola tenar itu tampil kompetitif untuk kali pertama lawan AS Roma di laga Seri A. Hasilnya, Milan main 2-2 lawan Roma dan Beckham tampil biasa saja.
Situasi berbeda melingkupi Kaka yang kian santer diberitakan bakal hijrah ke Manchester City. Akibatnya Milanisti menggelar demonstrasi di depan markas klub AC Milan menentang kans menjual Kaka ke City. Pada akhirnya Kaka memang tetap di Milan, setidaknya sampai musim panas saat nasib berkata lain.
Sementara dari klub sekota Milan, Inter Milan, yang hadir justru suka cita setelah bomber Zlatan Ibrahimovic jadi bintang dalam acara Calcio Oscar 2008. Ibra, demikian dia disapa, sukses menyabet penghargaan Pemain Terbaik, Pemain Asing Terbaik dan Gol Terbaik 2008.
Menyeberang ke Spanyol, klub raksasa Real Madrid ditinggal pergi sang Presiden Ramon Calderon pada bulan Januari ini. Pergantian saat musim tengah berjalan ini mengundang kekhawatiran bakal berdampak buruk untuk penampilan El Real.
Akan tetapi El Real tak perlu sedih-sedih amat. Bukan hanya karena tergesernya Calderon turut membuka jalan buat sosok presiden lain --yang pada prosesnya merekrut sejumlah pemain bintang--, tapi juga ada kabar gembira yang didatangkan pemainnya.
Berkat penampilan cemerlang Spanyol di EURO 2008, Iker Casillas dinobatkan sebagai kiper terbaik untuk tahun 2008 versi IFFHS. Casillas jauh meninggalkan para pesaingnya seperti Gianluigi Buffon, Edwin van der Sar dan Petr Cech.
Namun begitu, dalam hal ini bukan hanya Madrid yang patut bersukaria karena mereka juga harus "membaginya" dengan sang seteru abadi, Barcelona. Klub Catalan itu ikut menempatkan pemainnya, Xavi, sebagai Playmaker Terbaik Dunia 2008.
(krs/a2s)











































