Niat Arsenal untuk menggaet Arshavin dari Zenit St Petersburg sebenarnya sudah diutarakan sejak lama. Setelah di musim panas 2008 digadang-gadang akan hijrah, kepindahan malah urung terlaksana.
Saat bursa transfer dibuka lagi pada periode musim dingin, proses transfernya ke Arsenal pun masih saja berjalan alot. Ketika klub-klub lain sudah berlega diri dengan barang buruannya, The Gunners masih sibuk soal kesepakatan dengan Zenit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deal yang dinilai sudah terlambat ini pun, mendatangkan sejumlah protes dari berbagai pihak salah satunya, manajer Aston Villa, Martin O'Neill yang meminta klarifikasi dari keputusan FA tersebut.
Sementara itu, pada Senin (09/02/2009), Chelsea yang tampil kurang menggigit sejak awal musim mendepak Scolari dari kursi pelatih. Scolari menyatakan bahwa tiga pemain andalan Chelsea, Didier Drogba, Michael Ballack, dan Petr Cech berperan dalam pemecatan dirinya. .
Kurang dari dua hari kemudian Chelsea mengumumkan Hiddink sebagai manajer sementara. Pelatih asal Belanda itu akan nyambi antara bertugas di timnas Rusia dan di Stamford Bridge.
Kabar mengejutkan terkait Hiddink juga muncul di tanah air. Terkait pencalonan Indonesia sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2022, Wakil Presiden (saat itu) Jusuf Kalla menyatakan niat untuk merekrut orang Belanda itu sebagai pelatih.
Tak main-main, JK sudah meminta kedutaan besar Indonesia di Rusia untuk melakukan kontak dengan mantan pelatih Korea Selatan itu. Meski saat itu masih terikat dengan timnas Rusia, JK tak mengaku tak terburu mengingat target Indonesia menggelar Piala Dunia masih cukup lama.
Sementara itu di Italia, Gelandang LA Galaxy David Beckham yang menjalani masa peminjaman dengan AC Milan selama tiga bulan menjadi sorotan. Gelandang internasional Inggris itu berbicara blak-blakan kepada media bahwa dia ingin lebih lama bersama Rossoneri dan bertahan di San Siro sampai akhir musim.
Sontak, pernyataan Beckham ini lantas memicu reaksi keras terutama dari Galaxy. Milan sendiri berkepentingan mempertahankan Becks karena dia tampil cukup baik di beberapa laga.
Bulan Februari juga dikenang Milan sebagai salah satu periode terburuknya. Selain kalah dalam derby kontra Inter Milan, pasukan Carlo Ancelotti juga dipaksa mengakhiri kiprah di Piala UEFA. Bermain di kandang sendiri, Milan dipaksa puas dengan skor 2-2 oleh Werder Bremen. Ditambah skor 0-0 pada Leg I, Rossoneri terdepak karena kalah agresivitas gol tandang.
(din/din)











































