Hampir berbulan-bulan mengarungi kompetisi, baik liga domestik, turnamen domestik atau pun turnamen Eropa, klub-klub akhirnya menerima hasil jerih payah mereka. Namun, bulan Mei tak hanya berkisah seputar mereka yang akhirnya sukses jadi juara, tetapi juga mereka yang harus menelan pil pahit, dalam hal ini di antaranya adalah klub-klub yang terdegradasi.
Barcelona yang impresif sepanjang musim akhirnya dipastikan menjadi juara La Liga Primera ketika liga masih menyisakan tiga pekan. Kekalahan 2-3 yang diderita Real Madrid dari Villareal menjadi "pemicu" berpestanya El Barca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang paling fenomenal mungkin adalah ketika mereka berdiri di podium tertinggi Eropa dengan menjadi juara Liga Champions. Pada babak final yang dihelat di Stadion Olimpico Roma, 27 Mei 2009, Barca sukses menundukkan MU 2-0 berkat gol Samuel Eto'o dan Lionel Messi. Ini merupakan titel ketiga mereka di Liga Champions.
Dari Liga Inggris, Manchester United memastikan torehan gelar juara ketika liga belum usai. Sedianya Premier League baru akan berakhir pada 24 Mei, namun mereka sudah memastikan gelar tersebut pada 16 Mei. Adalah hasil imbang 0-0 melawan Arsenal di old Trafford yang membuat 'Setan Merah' merasakan gelar ini.
Titel juara tersebut merupakan titel juara mereka yang ke-18 atau sama dengan jumlah trofi juara Liga Inggris milik Liverpool--yang sepanjang musim 2009/09 jugaΒ menjadi pesaing utama MU. The Reds sendiri harus puas finis di posisi dua dengan tertinggal empat angka dari sang juara. Kala Liverpool mengoleksi poin 86, MU mengoleksi poin 90.
Sementara Chelsea, yang menakhiri musim dengan berada di bawah arahan Guus Hiddink, finis di posisi tiga. Dan untuk melengkapi klub-klub yang duduk di posisi empat besar hadirlah Arsenal. Melihat urutan di klasemen akhir, The Big Four masih melanjutkan dominasi mereka atas klub-klub lain pada akhir musim.
Chelsea sendiri akhirnya menutup bulan Mei dengan raihan satu trofi, yakni Piala FA. Di babak final yang dihelat di Stadion Wembley, The Blues sukses menyungkurkan Everton 2-1. Sebuah perpisahan manis dari Hiddink yang akhirnya memutuskan untuk kembali menangani timnas Rusia.
Menyebrang ke Italia, Inter Milan sukses mempertahankan gelarnya. Sama seperti MU, Inter juga memastikan diri menjadi juara sebelum liga usai. La Beneramata dipastikan menjadi juara setelah AC Milan takluk dari Udinese pada 16 Mei. Imbasnya, poin Milan sudah tak mungkin lagi mengejar rival sekotanya itu.
Rossoneri akhirnya harus puas finis di posisi tiga, posisi mereka disalip Juventus yang memiliki poin sama; 74. Keduanya memiliki selisih sepuluh poin dengan Inter pada klasemen di akhir musim.
Dari Coppa Italia, Lazio keluar sebagai juara usai mengalahkan Sampdoria di babak final. Pada laga yang dihelat di Stadion Olimpico Roma, Gli Aquilotti menang lewat drama adu penalti dengan skor 6-5.
Sedangkan dari Liga Jerman muncul nama Vfl Wolfsburg sebagai juara. Ini merupakan pertama kalinya Die Wolfe menjadi juara Liga Jerman. Hebatnya, mereka keluar sebagai juara dengan melangkahi banyak klub yang sebelumnya lebih difavoritkan, seperti Bayern Munich atau schalke.
Bayern finis di posisi dua dengan nilai 67, tertinggal dua angka di belakang Wolfsburg. Sementara Schalke malah terlempar dari posisi tiga besar. Die Knappen yang memiliki performa naik-turun sepanjang musim harus puas duduk di urutan delapan pada klasemen akhir.
Bulan Mei juga menjadi bulan perpisahan untuk Piala UEFA, mengingat pada musim 2009/2010 mereka berganti nama menjadi Europa League. Shakhtar Dontesk tampil sebagai juara usai mengalahkan Werder Bremen 2-1--lewat babak perpanjangan waktu--pada final yang dihelat di Stadion Sukru Saracoglu, Istanbul, Turki, pada20 Mei 2009.
(roz/din)











































