Satu Merah di Antara Tiga Biru

Semifinalis Liga Champions

Satu Merah di Antara Tiga Biru

- Sepakbola
Kamis, 08 Apr 2004 07:28 WIB
Jakarta - Tiga dari empat semifinalis Liga Champions musim ini kostumnya bernuansa biru dan hanya Monaco yang berwarna merah. FC Porto dan Deportivo La Coruna malah kayak anak kembar: kaos biru belang putih celana biru. Chelsea dari julukannya pun sudah jelas: The Blues.Tapi Monaco tak perlu merasa minder hanya karena tidak kompak dalam hal pakaian β€” karena dress code memang tidak dikenal dalam turnamen ini. Toh secara teknis tingkat sensasi mereka boleh dibilang lebih hebat daripada sensasi ketiga tim lainnya itu.Sepakbola menyerang ala Porto memang memukau, terutama saat menjungkalkan raksasa Inggris Manchester United. Chelsea, yang dalam delapan bulan terakhir kiprahnya adem-ayem tiba-tiba bisa menghentikan Arsenal. Deportivo lebih yahud. Juara bertahan AC Milan mereka permak habis-habisan di Riazor dengan skor telak 4-0.Monaco? Di babak penyisihan mereka keluar sebagai juara Grup C salah satunya berkat kemenangan sensasional 8-3 atas Deportivo La Coruna. Itulah rekor skor terbesar dalam sejarah Liga Champions. Yang lebih heroik barangkali di perempatfinal kemarin, ketika skuad Didier Deschamps menghempaskan juara sembilan kali yang bertabur bintang, Real Madrid, dengan skor 3-1 setelah kalah 2-4 di Santiago Bernabeu. Salah satu pahlawan mereka di partai tersebut adalah Fernando Morientes, pemain pinjaman dari Real Madrid.Bukannya bermaksud menjagokan, tapi Monaco didukung oleh beberapa mitos β€” meskipun mitos lebih merupakan rekayasa yang seringkali diada-adakan. Pertama, unsur huruf β€œM” pada kata Monaco itu sendiri. Kalau Anda ngeh, enam juara terakhir adalah klub-klub yang huruf depannya M: (Real) Madrid juara 1998, 2000, 2002; Manchester (United) 1999: (Bayern) Munich 2001; dan (AC) Milan 2003. Fakta lain, satu-satunya klub Prancis β€” sebagaimana Monaco β€” yang pernah menyandang predikat juara Eropa juga berhuruf awal M, yakni (Olympique) Marseille (1993). Mitos lain justru seputar warna kostum. Sejak 1999 tim juara, kecuali Real Madrid, punya kostum berunsur merah, yakni MU, Bayern Munich, dan Milan. Kebetulan, kata Merah itu sendiri berawalan β€œM”. Kalau ukurannya mitos, maka saingan terberat Monaco menuju juara musim ini adalah Deportivo. Klub Spanyol ini dipayungi premis bahwa tim yang mengalahkan juara bertahan bakal tampil sebagai juara. Kenyataannya, fenomena demikian memang terjadi sejak musim 1993/1994. Dari sepuluh kasus terakhir hanya musim lalu yang anomali, ketika Juventus mengalahkan Real Madrid tapi ditundukkan Milan di final. Musim ini Milan, sang juara bertahan, baru saja ditumbangkan Deportivo. Jadi? (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads