Kontroversi Loloskan Prancis

Kaleidoskop Sepakbola (November)

Kontroversi Loloskan Prancis

- Sepakbola
Kamis, 31 Des 2009 07:51 WIB
Kontroversi Loloskan Prancis
Jakarta - Lolosnya Prancis ke Piala Dunia 2010 menjadi sorotan karena handball Thierry Henry. Namun masih banyak lagi kekecewaan yang dirasakan oleh banyak pihak, termasuk timnas Indonesia yang mewarnai bulan November ini.

Prancis akhirnya lolos ke Piala Dunia. Les Bleus unggul agregat 2-1 atas  Republik Irlandia usai bermain imbang 1-1 di leg II . Prancis patut berterimakasih pada gol kontroversial William Gallas.

Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Stade de France, Kamis  (19/11/2009) dinihari WIB, Irlandia yang di leg pertama kalah 0-1, berhasil menciptakan gol pada menit 32 lewat Robbie Keane.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun sampai 90 menit pertandingan berjalan, tak ada gol yang berhasil diciptakan kedua tim. Laga pun dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu, di mana kontroversi itu terjadi.

Gallas berhasil menyamakan kedudukan 1-1 setelah Gallas membobol jala Shay Given. Gol tersebut dibilang kontroversial karena bola terlebih dahulu ada handball dari Thierry Henry.

Sementara harapan Republik Irlandia untuk bertanding lagi melawan Prancis lenyap. FIFA memutuskan mengesahkan pertandingan kedua tim tersebut dan  menolak permintaan replay.

Pada bulan November juga, sepakbola Jerman berduka cita. Kiper Hannover 96 sekaligus penjaga gawang timnas Jerman Robert Enke dinyatakan tewas akibat bunuh diri. Enke tewas di usia 32 tahun.

Kekecewaan juga dirasakan oleh Indonesia. Timnas Indonesia ditahan 1-1 oleh Kuwait di babak kualifikasi Piala Asia 2011. Hasil itu pun membuat skuad "Merah Putih" sulit lolos.

Dari empat laga yang telah dilakoni, tim asuhan Benny Dollo itu hanya seri tiga kali dan sekali kalah. Di klasemen sementara Grup B, mereka ada di urutan terbawah dengan nilai tujuh dengan sisa dua pertandingan.

Keputusan mengecewakan juga dialami oleh Irak yang mendapat sanksi pencekalan dari FIFA. Otoritas sepakbola dunia itu memutuskan mengambil langkah tegas karena adanya campur tangan pemerintah.

Adalah pembubaran dewan pengurus Asosiasi Sepakbola Irak (IFA) oleh Komite Olimpiade negara tersebut yang membuat FIFA mengambil tindakan tegas. Irak gagal memenuhi tenggat waktu 72 jam yang untuk menyelesaikan masalah itu.

Kekecewaan beruntun juga dirasakan oleh Real Madrid. Mereka tersisih dari ajang Copa del Rey setelah di laga leg kedua babak 32 Besar hanya menang 1-0 atas Alcorcon. Secara agregat, Nuevo Galacticos kalah 1-4.

Bukan hanya itu, Madrid juga menelan kekalahan dari musuh besarnya, Barcelona. Zlatan Ibrahimovic menjadi pencetak gol tungal ke gawang Madrid dan sekaligus membuat Barcelona kembali merebut pucuk klasemen.

Namun, hasil yang menggembirakan juga mewarnai bulan November. Salah satunya datang dari klub Italia, AC Milan. Diavollo Rosso untuk pertama kalinya musim ini berhasil menembus tiga besar klasemen. Hasil itu berkat kemenangan 2-1 Milan atas Lazio. Kemenangan ini membawa 'Si Merah Hitam' merangsek ke posisi ketiga Seri A dengan koleksi 22 poin.

Chelsea juga mendapatkan kabar baik. Mereka bisa sedikit bernapas lega terkait sanksi larangan membeli pemain yang dijatuhkan FIFA. Banding yang The Blues ajukan diterima Pengadilan Banding CAS dan hukuman itu ditangguhkan sementara.

Klub yang bermarkas di Stamford Bdrige ini dilarang membeli pemain untuk dua jendela transfer setelah dianggap melakukan pendekatan ilegal saat membeli Gael Kakuta beberapa waktu lalu.

The Blues terbukti bersalah karena membujuk Gael Kakuta untuk memutuskan  kontraknya di klub Prancis Lens dan bergabung ke klub London itu pada tahun 2008.

(key/arp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads