Bus yang ditumpangi tim nasional Togo ditembaki oleh kelompok pemberontak ketika sedang menuju ke Angola untuk mengikuti Piala Afrika.
Federasi Sepakbola Afrika (CAF) memberikan keterangan bahwa insiden itu menewaskan dua orang ofisial tim Togo. Sedangkan dua pemain mengalami luka. Salah satu di antaranya harus menjalani operasi di Afrika Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua panitia penyelenggara Piala Dunia, Danny Jordaan meegaskan bahwa menghubungkan kejadian di Angola dengan kesiapan Afsel adalah hal yang tidak relevan.
"Mengatakan bahwa kejadian di Angola menimbulkan efek terhadap Piala Dunia di Afrika Selatan, sama saja dengan menyatakan bahwa bom di Spanyol mengancam kesiapan London sebagai tuan rumah Olimpiade," tegas Jordaan seperti dilansir dari People.co.uk.
"Jadi bila ada yang mengatakan kesiapan kami bisa dihubungkan dengan apa yang terjadi di Angola, itu omong kosong," serunya.
(nar/nar)











































