Di Benua Afrika, membeli tiket jauh-jauh hari sebelum pertandingan memang belum menjadi kebiasaan. Namun karena jumlah kursi yang terjual masih sangat sedikit, panitian mengaku khawatir kalau Piala Dunia 2010 justru bukan buat publik benua tersebut.
Tingkat kemiskinan yang masih tinggi ditengarai menjadi salah satu penyebab minimnya jumlah penjualan tiket khusus di Benua Afrika. Faktor lain yang cukup dominan adalah tingginya biaya perjalanan dari satu negara ke negara lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, di seluruh dunia penjualan dan permintaan terhadap tiket pertandingan sudah mencapai satu juta. Sementara di Benua Afrika jumlah yang sudah terjual atau dipesan kurang dari 100.000.
"Kami ingin Piala Dunia ini menjadi Piala Dunia punya Afrika tapi sejauh ini belum ada negara Afrika yang berpartisipasi dalam pesta ini," lanjut Jordaan.
Yang kemudian cukup mengkhawatirkan adalah fakta bahwa fans di Benua Afrika lebih memilih pertandingan negara papan atas Eropa di banding mendukung timnya sendiri. Alhasil, Afrika Selatan "sukses" mencatat sejarah sebagai tuan rumah yang tiket pertandingannya tidak terjual paling banyak.
"Ini akan menjadi kali pertama dalam sejarah Piala Dunia di mana tuan rumah tidak memuncaki daftar penjualan tiket. Bafana bahkan tak masuk posisi 10 besar penjualan tiket. Fans Afrika Selatan lebih mendukung Inggris - penjualan tiket pertandingan Inggris di sini lebih tinggi," pungkas Jordaan.
(din/roz)










































