Liga Champions
Deportivo Tahan Porto 0-0
Kamis, 22 Apr 2004 04:23 WIB
Jakarta - Diwarnai dengan satu kartu merah dan hujan tendangan bebas, Deportivo La Coruna menahan imbang FC Porto di O'Dragao, Kamis (22/4/2004) dinihari WIB. Prediksi pelatih Porto Jose Maurinho kemarin akhirnya menjadi kenyataan. Porto berhasil menahan imbang Depor di Estadio do Dragao. Sayang pertandingan antara dua tim yang penuh kejutan itu berlangsung menjemukan. Pasalnya, begitu banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran tak perlu yang mengakibatkan terhentinya pertandingan. Di beberapa menit awal babak pertama, wasit Markus Merk bahkan harus meniupkan peluitnya tiap tiga menit karena terjadi "pelanggaran". Karena seringnya permainan terhenti, berdasarkan statistik pertandingan, tak ada shots on goal bagi kedua tim di babak pertama!. Depor sama sekali tak terlihat seperti tim yang mampu menaklukkan tim juara bertahan AC Milan dengan rekor fantastis. Alberto Luque, Victor, Walter Pandiani berubah profesi menjadi aktor yang berakting untuk mendapatkan belas kasihan wasit. Sedangkan Porto, yang dominan dalam penguasaan bola, seperti tidak ngeh dengan permainan negatif Depor hingga terus memperagakan permainan "keras" yang berbuah sempritan dari wasit. Tak heran meski diwarnai dengan hujan tendangan bebas namun hanya tiga kartu kuning keluar dari kantung wasit Merk--dua untuk Porto dan satu untuk Depor. Di babak kedua, permainan berjalan sedikit lebih hidup. Play acting seperti babak pertama sudah berkurang, dan ditandai dengan dominasi tuan rumah Porto. Salah satu peluang terbaik tuan rumah didapat oleh Maniche. Tendangan geledek yang dilesakkannya dari jarak 20m nyaris menjebol gawang Fransisco Molina. Sayang bola membentur mistar. Selanjutnya Edgaras Jankauskas mendapat peluang emas, namun sudulannya yang menerima umpan Benni McCarthy masih melesat tipis di atas gawang Depor. Sebelumnya, Ricardo Carvalho menguji ketrampilan Molina lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Depor harus bermain dengan 10 orang setelah Jorge Andrade diusir wasit di menit ke-87. Lucunya kartu merah yang dikeluarkan wasit untuk anggota timnas Portugal itu tak hanya diprotes oleh para pemain Depor, namun juga diprotes oleh Deco, pemain yang dilanggar Andrade. Pemain bertubuh kecil itu tampaknya menganggap kalau tendangan Andrade dilakukan layaknya sebuah candaan belaka dan tak pantas diberi kartu merah. Para pemain, pelatih, dan penonton tuan rumah sempat meradang karena wasit tak memberikan penalti kala Marco Fereirra dijatuhkan di kotak penalti. Wasit Merk malah menghadiahkan Fereirra kartu kuning karena memprotes keputusannya. Hingga wasit membunyikan peluit panjang, pertandingan yang mendapatkan tambahan lima menit lebih injury time itu berakhir dengan skor 0-0. Dalam pertandingan ini total hanya terjadi tiga kesempatan shots on goal yang seluruhnya didapat oleh Porto. Dua minggu mendatang Porto akan menyambangi Depor di "neraka" Riazor. Dengan hasil ini dua tim sama-sama masih berpeluang untuk lolos ke final. Namun perlu diingat kalau Depor sangat perkasa di kandangnya. TimPorto: Vitor Baia, Jorge Costa, Bennedict McCarthy (Marco Ferreira 70'), Nuno Valente, Ricardo Carvalho, Luis de Souza Deco, Ribeiro Maniche, Carlos Alberto, Dimitrij Alenichev (Pedro Miguel Mendes 45'), Francisco Costinha (Edgaras Jankauskas 45')Depor: Francisco Molina, Noureddine Naybet, Enrique F. Romero, Garcia Manuel Pablo, Jorge Andrade (out 87'), Gomes Mauro Silva, Juan Carlos Valeron, Walter Pandiani, Gonzalez Sergio (Aldo Pedro Duscher 79'), Martos Luque (Gonzalez Fran 45'), Sanchez Del Amo Victor (Martin Villar Cesar 88') (mel/)











































