Gara-Gara Jilbab, Pertandingan Sepakbola Dibatalkan

Gara-Gara Jilbab, Pertandingan Sepakbola Dibatalkan

- Sepakbola
Senin, 26 Apr 2004 17:55 WIB
Jakarta - Jadi minoritas memang harus siap untuk menghadapi diskriminasi. Ini dialami oleh seorang wanita muslim di negara bagian Victoria, Australia. Gara-gara ada yang memakai jilbab, sebuah pertandingan sepakbola dibatalkan. Namanya Afifa Saad. Ia adalah seorang pesepakbola muda yang cukup terkenal di negara bagian Victoria. Afifa tak berbeda dengan pemain sepakbola kebanyakan. Gerakannya lincah dan tekniknya juga bagus. Perempuan yang pernah ikutan tes masuk tim negara bagian Victoria itu biasa bermain sebagai striker, dan kadang kala ditempatkan pula sebagai kiper. Namun perempuan keturunan Arab ini punya sesuatu yang dianggap 'kekurangan'. Kekurangannya bukan fisik, bukan pula bakat, namun penutup kepala alias jilbab. News.au.com melaporkan bahwa pertandingan antara Melbourne Selatan versus Keilor Park WSC harus ditunda selama beberapa menit karena wasit tak mau menerima Afifa yang berjilbab di lapangan. Wasit pertandingan yang tak diketahui diketahui namanya itu baru mengizinkan ia bermain jika perempuan itu mau melepaskan penutup kepalanya. Namun Afifa yang teguh menolak permintaan tak beralasan itu. Alhasil pertandingan yang tadinya ditunda itu pun dibatalkan. Tak ayal Federasi Sepakbola Negara Bagian Victoria (VSF) memutuskan untuk mengadakan penyelidikan soal insiden itu. Manajer pengembangan wasit negara bagian Victoria, Chris Bambridge, bahkan menegaskan kalau wasit itu bisa dikenakan hukuman karena tindakan indisipliner. Lebih jauh lagi, wasit yang diketahui sudah bertugas selama 12 tahun itu bisa dikenakan hukum anti-diskriminasi yang berlaku di Australia. "Kami akan menginvestigasi laporan dari wasit yang bertugas kala itu," ujarnya.Menurut Bambridge, pemakaian penutup kepala tak bertentangan dengan peraturan dari olahraga manapun, termasuk sepakbola. "Tak ada larangan penggunaan penutup kepala dalam peraturan VSF. Peraturan FIFA pun memperbolehkan penggunaan penutup kepala sepanjang tak ada peniti atau benda apapun yang dapat membahayakan keselamatan pemain itu sendiri," lanjut Bambridge. Sementara pihak klub Melbourne Selatan yang diwakili oleh manajer olahraga Leslie Burrows menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan sepenuhnya kepada Afifa. Pasalnya Afifa telah menjadi panutan bagi para pesepakbola perempuan muslim di Victoria. "Afifa telah menjadi role model yang fantastis buat perempuan muda yang ingin bermain sepakbola. Sudah ada banyak laporan soal Afifa dan kami telah melihat banyak perempuan mulai bermain sepakbola karena mereka melihat Afifa bisa bermain dengan kondisinya." (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads