"Ya, saya adalag fans mereka karena Marco van Basten bermain di sana. Saya adalah pemuja dia, dia pemain hebat, salah satu pemain depan terbaik yang pernah ada. Itulah alasan saya mendukung AC Milan, hanya karena dia (Basten) berada di sana," ungkap Berbatov di situs resmi UEFA.
Berbatov melontarkan pernyataan tersebut terkait jadwal laga babak 16 besar Liga Champions antara Milan kontra Manchester United pada 16 Februari mendatang. Meski sudah menghadapi banyak klub raksasa Eropa di sepanjang karirnya, pertemuan laga depan ternyata menjadi pertemuan pertama striker Bulgaria itu dengan Diavolo Rosso.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menang atas Milan jelas jadi target yang diusung Berbatov untuk laga tersebut. Soalnya dia punya ambisi pribadi untuk menjuarai Liga Champions untuk kali pertama, setelah sebelumnya dua kali masuk final namun gagal jadi kampiun.
"Dua final dan dua kekalahan, lalu Anda akan menghadapi (tim) yang sudah memenangi beberapa kali. Tapi saya senang punya kesempatan bermain di level tinggi. Saya ingin berada di sana lagi (final) dan saya yakin bisa kembali ke sana."
"Usia saya 19 tahun saat menjalani final pertama, dan saya tak cukup tampil bagus saat itu. Tapi saat Anda melihat ke belakang, Anda akan tahu kalau tak banyak pemain yang bermain di final Liga Champions. Jadi, di kesempatan kedua, saat kalah dari Barcelona, itu sangat mengecewakan," pungkas striker 29 tahun itu.
Final Liga Champions pertama Berbatov terjadi di tahun 2002 saat dia masih membela Leverkusen, dan kalah 1-2 atas Real Madrid. Sementara tahun lalu dia juga gagal mengantar The Red Devils jadi juara usai ditumbangkan Barcelona 0-2.
(din/fjp)










































