Dengan koleksi total 10 trofi Liga Champions, tujuh dari Milan dan tiga dari MU, dipastikan laga ini akan berjalan sengit dan ketat mengingat nilai historis kedua klub di ranah Eropa. Apalagi laga ini sekali lagi menjadi pertarungan gengsi antara Premiership dan Seri A.
Tak hanya itu, laga leg I babak 16 Besar ini akan semakin spesial karena untuk pertama kalinya David Beckham akan melawan klub yang mengasuhnya dari bocah hingga menjadi besar sekarang. Dan untuk Berbatov pun, Milan akan jadi lawan istimewa baginya karena saat kecil ia mengidolai ' Merah Hitam' dan Marco van Basten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal inilah yang membuat Berbatov berpikir peluang untuk meraih kemenangan adalah sama besar, tak peduli Milan sedang dalam tren menurun atau MU sedang menanjak .
Yang membedakan nantinya adalah pintar-pintarnya MU atau Milan melihat kesalahan lawan untuk dijadikan senjata rahasia.
"Ini akan jadi laga yang sama kuat. Beberapa orangΒ berpikir kalau Milan sedang tidak tampil baik namun aku rasa itu menipu. Tidak ada favorit, semua tim punya peluang sama," analisa penyerang Bulgaria itu di The Sun.
"Ini soal siapa yang lebih pintar, siapa yangΒ bisa memanfaatkan kesalahan tim lain dan ia bisa meraih gol kemenangan. Di situlah letak besar perbedaannya," demikian pria usia 29 tahun itu.
Foto: Duel antara AC Milan dan Manchester United, 8 Maret 2005, di San Siro. (mrp/a2s)











































