Mourinho bisa dibilang adalah pelatih yang membawa Chelsea ke permukaan. Datang dari FC Porto pada tahun 2004, pria asal Portugal itu membawa The Blues dua kali juara Premier League. Tetapi belum ada prestasi yang ditorehkannya di ajang Liga Champions.
Kalau pun ada peninggalan dari Mourinho di Chelsea adalah fondasi skuad saat ini. Frank Lampard dan John Terry kian mengilap berkat polesannya. Plus tentunya Didier Drogba yang datang ke Stamford Bridge pada era kepelatihannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ancelotti pun dibanding-bandingkan dengan Mourinho. Sejak kepergian The Special One, 'Si Biru' memang belum memiliki pelatih yang benar-benar bagus. Sebut saja Avram Grant dan Luiz Felipe Scolari. Hanya Guus Hiddink saja yang bisa disebut sukses lantaran bisa mempersembahkan trofi Piala FA.
Ancelotti memang belum mempersembahkan apa-apa kepada Chelsea, tetapi dirinya sudah menempatkan timnya di trek yang benar sejauh ini. Berada di tempat teratas klasemen sementara Premier League, The Pensioners pun masih bertahan di Piala FA dan Liga Champions.
Hanya saja mantan pembesut AC Milan itu enggan jika menyebut pertarungan di antara Chelsea dan Inter di babak perdelapanfinal ini adalah pembuktian bahwa Chelsea di eranya lebih hebat. Ini murni pertarungan antarklub, katanya.
"Saya rasa ini bukan pertarungan antara saya dan Mourinho. Ini adalah pertarungan antarpemain," tukasnya.
Pertarungan antara kedua tim akan lebih dulu dihelat pada 24 Februari di San Siro. Chelsea baru gantian jadi tuan rumah pada leg kedua yang bakal digelar pada 16 Maret.
(roz/key)











































