Fabianski oh Fabianski

Fabianski oh Fabianski

- Sepakbola
Kamis, 18 Feb 2010 07:01 WIB
Fabianski oh Fabianski
Jakarta - Menghadapi FC Porto harusnya jadi kesempatan Lukasz Fabianski menunjukkan kehebatannya. Tapi dia malah tampil sangat buruk, membuat dua blunder yang berujung kekalahan Arsenal.

Liga Champions sesungguhnya bukan ajang yang benar-benar baru buat Fabianski, meski malam ini merupakan debutnya di musim 2009/10. Tahun lalu dia tiga kali diturunkan Arsene Wenger di kompetisi terelit antar klub Eropa itu.

Tapi apa yang ditunjukkan kiper Polandia berusia 24 tahun itu di Stadion Do Dragao, Kamis (18/2/2010) dinihari WIB sungguhlah menyedihkan. Dia membuat dua kesalahan fatal yang berbuntut lahirnya dua gol tuan rumah. Di penghujung laga, The Gunners menyerah 1-2.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesalahan pertama Fabianski terjadi di menit 11. Umpan silang yang dilepaskan Silvestre Varela dari sisi kiri pertahanan Arsenal sesungguhnya tak punya potensi bahaya yang besar. Namun entah mengapa tangkapan mantan kiper Legia Warszawa tak lengket, bola justru memantul ke dalam gawang saat coba dijinakkan.

Blunder kedua kiper terbaik Liga Polandia musim 2005/06 dan 2006/07 itu adalah saat menangkap umpan backpass Sol Campbell. Padahal saat peristiwa itu tak ada pemain Porto dalam jarak sangat dekat, yang berarti posisinya cukup aman untuk membuang bola, tentunya dengan menendang menggunakan kaki.

Adalah kesalahan ketiga yang kemudian membuat gawang Arsenal bobol untuk kali kedua. Saat wasit memutuskan terjadi pelanggaran, menyusul umpan backpass tersebut, dan memberi hadiah tendangan bebas di dalam kotak penalti, Fabianski langsung memberikan bola pada wasit.

Ruben Micael jeli melihat peluang tersebut. Tak sampai satu detik setelah bola ditaruh wasit di atas rumput dia langsung menendang bola, mengarahkan pada Radamel Falcao yang datang dari arah belakang dan dengan mudah menceploskan bola ke gawang yang kosong.

Saat peristiwa tersebut terjadi Fabianski sedang menghadap belakang, tengah berjalan kembali menuju gawangnya. Sementara Campbell dan Tomas Vermaelen yang berada paling dekat dengan peristiwa tersebut juga tak menyadari bencana yang mendatangi timnya.

Arsene Wenger dalam pernyataannya pasca pertandingan melontarkan protes keras pada wasit. Tapi apapun argumennya semua menjadi sia-sia karena hasil pertandingan sudah disahkan

Kekalahan 1-2 di laga away bukan hasil yang buruk buat Arsenal karena mereka tinggal butuh kemenangan 1-0 di kandang sendiri. Tapi tumbang karena kesalahan sendiri jelas sangat mengecewakan.

(din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads