Shakhtar Dipermalukan di Harrods

Shakhtar Dipermalukan di Harrods

- Sepakbola
Kamis, 18 Feb 2010 10:51 WIB
Shakhtar Dipermalukan di Harrods
London - Shakhtar Donetsk mendapatkan pengalaman buruk saat tengah berada di London. Mereka dipermalukan dengan ditolak masuk toserba Harrods kepunyaan pemilik Fulham, calon lawan mereka.

Para pemain Shakhtar sedang berada di London untuk menghadapi Fulham di babak 32 besar Europa League. Seusai latihan, mereka berjalan-jalan dan mencoba masuk Harrods, sebuah toserba mewah di ibukota Inggris itu.

Tapi alih-alih menikmati berbelanja, rupanya pegawai Harrods tidak berkenan dengan kehadiran mereka. Alhasil, para pemain klub asal Ukraina itu ditolak masuk karena dianggap 'terlalu besar dan mencurigakan'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para pemain memutuskan untuk meningkatkan pemasukan salah satu toko paling bergengsi di London, Harrods," demikian pernyataan Shakhtar di situsnya yang dikutip AFP.

"Anda boleh terkejut, tapi para pemain dilarang masuk toko. Stafnya mengatakan bahwa para pemain terlalu besar dan mencurigakan. Semua pemain memang mengenakan pakaian yang sama," lanjut Shakhtar.

Para pemain Shakhtar dilaporkan telah menjelaskan kepada pegawai Harrods bahwa mereka memang baru berlatih sehingga mereka mengenakan pakaian latihan dan bukan tuksedo.

"Tapi semua penjelasan tersebut tidak membuahkan hasil," imbuh statemen dari klub juara terakhir Piala UEFA itu. Para pemain Shakhtar akhirnya memilih berbelanja di toko lain.

Mungkin sebuah kebetulan saja bahwa Harrods dimiliki oleh Mohamed Al Fayed, konglomerat keturunan Mesir yang juga pemilik Fulham. Dalam klarifikasinya, Harrods mengatakan bahwa toko mereka sedang sibuk dan penolakan dilakukan untuk alasan 'kesehatan dan keamanan'.

"Ada periode di mana toko sedang sibuk-sibuknya sehingga Harrods harus mengambil keputusan sulit dengan menolak kunjungan rombongan," kata juru bicara Harrods di BBC.

(arp/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads