'Kutukan' 16 Besar Bikin Pep Gusar

Jelang Stuttgart vs Barcelona

'Kutukan' 16 Besar Bikin Pep Gusar

- Sepakbola
Selasa, 23 Feb 2010 07:23 WIB
Kutukan 16 Besar Bikin Pep Gusar
Stuttgart - Berstatus juara bertahan, Barcelona diunggulkan saat menghadapi Stuttgart di babak 16 besar Liga Champions. Pep Guardiola tak mau terbuai dengan status unggulan tersebut karena dia khawatir dengan kutukan juara bertahan di 16 besar.

Dalam beberapa musim ke belakang, babak 16 besar menjadi kuburan buat sang juara bertahan. Manchester United musim lalu memang bisa melaluinya dengan mulus, tapi tidak dengan beberapa klub juara di musim-musim sebelumnya.

Di musim 2007/08 AC Milan, yang merupakan juara bertahan, harus terdepak di babak pertama fase knock out. Rossoneri dibuat tak berdaya oleh Arsenal dan menyerah dengan agregat 0-2.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut merupakan ulangan dari musim sebelumnya, 2006/07, dengan Barcelona yang jadi korbannya. Anak didik Frank Rijkaard, saat itu, kalah agresivitas gol tandang atas Liverpool dan gagal melangkah ke babak delapan besar karena kalah dengan agregat 2-2.

Terakhir adalah Liverpool yang secara mengejutkan ditundukkan Benfica dengan agregat 3-0 di musim 2005/06. Padahal di musim sebelumnya The Reds membuat salah satu final paling dramatis setelah menundukkan AC Milan melalui adu penalti setelah sempat tertinggal 0-3 di paruh pertama.

"Jika Anda menganalisa hasil pertandingan dalam beberapa tahun terakhir, beberapa klub juara seperti Liverpool dan AC Milan justru terdepak di babak ini (16 besar)," ujar Guardiola di Skysport.

"Ini adalah periode yang paling sulit di kompetisi. Hanya Manchester United yang bisa lolos dalam beberapa tahun terakhir," tambah pelatih 39 tahun itu.

Untuk menghindari nasib buruk di babak 16 besar, Pep sudah punya antisipasi. Terkait laga kontra Stuttgart, dia meminta anak didiknya untuk tidak mudah kehilangan bola karena lawan punya seangan balik yang mematikan.

"Sangat penting untuk memulai pertandingan dengan baik. Jika Anda kehilanga bola, maka tim Jerman akan membunuh Anda melalui counter-attack," pungkas pelatih yang sudah memberi The Catalans enam tropi juara itu. (din/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads