Dalam beberapa musim ke belakang, babak 16 besar menjadi kuburan buat sang juara bertahan. Manchester United musim lalu memang bisa melaluinya dengan mulus, tapi tidak dengan beberapa klub juara di musim-musim sebelumnya.
Di musim 2007/08 AC Milan, yang merupakan juara bertahan, harus terdepak di babak pertama fase knock out. Rossoneri dibuat tak berdaya oleh Arsenal dan menyerah dengan agregat 0-2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terakhir adalah Liverpool yang secara mengejutkan ditundukkan Benfica dengan agregat 3-0 di musim 2005/06. Padahal di musim sebelumnya The Reds membuat salah satu final paling dramatis setelah menundukkan AC Milan melalui adu penalti setelah sempat tertinggal 0-3 di paruh pertama.
"Jika Anda menganalisa hasil pertandingan dalam beberapa tahun terakhir, beberapa klub juara seperti Liverpool dan AC Milan justru terdepak di babak ini (16 besar)," ujar Guardiola di Skysport.
"Ini adalah periode yang paling sulit di kompetisi. Hanya Manchester United yang bisa lolos dalam beberapa tahun terakhir," tambah pelatih 39 tahun itu.
Untuk menghindari nasib buruk di babak 16 besar, Pep sudah punya antisipasi. Terkait laga kontra Stuttgart, dia meminta anak didiknya untuk tidak mudah kehilangan bola karena lawan punya seangan balik yang mematikan.
"Sangat penting untuk memulai pertandingan dengan baik. Jika Anda kehilanga bola, maka tim Jerman akan membunuh Anda melalui counter-attack," pungkas pelatih yang sudah memberi The Catalans enam tropi juara itu. (din/roz)











































