Tujuh kemenangan dalam tujuh laga terakhir adalah catatan Roma di Seri A belakangan ini. Sebuah catatan yang kemudian membuat mereka masuk ke dalam perburuan scudetto bersama Inter Milan dan AC Milan.
Tetapi catatan gemilang itu tak muncul di Europa League. Berhadapan dengan Panathinaikos di babak 32 besar, I Lupi dua kali dibuat wakil Yunani itu tertunduk. Setelah takluk 2-3 di leg perdana, Roma kembali kalah dengan skor yang sama di leg kedua. Mereka pun tersingkir dengan agregat 4-6.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sempat direpotkan tim tamu di awal laga, Roma membuka skor di menit ke-12. Adalah John Arne Riise melalui tendangan dari luar kotak penalti yang merobek gawang Alexandros Tzorvas.
Namun di lima menit terakhir babak pertama, gawang Roma justru harus bobol tiga kali.
"Kami punya empat menit penuh kegilaan di Athena dan empat menit yang sama di sini. Harusnya kami bisa menyikapi keunggulan dengan labih baik lagi. Dalam sepakbola internasional Anda tak bisa mentolerir kesalahan semacam itu," ujarnya di Football Italia.
"Kami ingin bermain dengan baik. Stadion ini sudah memberikan dukungan dan atmosfernya sangat hebat, tapi sangat mengagetkan bagaimana kami membuangnya percuma."
"Kami tak bermain dengan baik bahkan ketika sudah unggul 1-0. Selanjutnya kami malah memberikan mereka penalti dan membiarkan mereka mencetak gol kedua. Pertandingan ini ada di tangan kami, tetapi kami membiarkannya lepas," sesal Ranieri.
(roz/nar)











































