Insiden itu terjadi di laga puncak Piala Dunia empat tahun silam antara Prancis kontra Italia. Kejadian tersebut diduga dipicu oleh kata-kata Materazzi yang menghina ibu dan saudara perempuan Zidane. Selanjutnya roh permainan Les Bleus itu menanduk dada bek Azzurri. Imbasnya Zizou harus menerima kartu merah.
Empat tahun berlalu setelah insiden itu. Zidane kini sudah gantung sepatu. Namun pria keturunan Aljazair itu masih mengenang kisah pahit tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya memohon mendapatkan maaf dari sepakbola, dari suporter, dari tim," lanjutnya.
Bagaimana dengan Materazzi, Zizou? "Untuk dia, saya tidak bisa melakukan hal itu. Tidak akan, tidak akan. Sebab tindakan itu akan membuat harga diri saya turun. Saya lebih memilih mati," tegasnya.
Mantan pemain Bordeaux, Juventus, dan Real Madrid itu menegaskan dirinya bukan bermaksud memendam dendam kesumat bagi Matrix.
"Banyak hal terjadi di lapangan. Tak sedikit di antaranya menimpa saya. Namun dalam kasus (tandukan kepala) ini, saya tak bisa menguasai diri."
"Ini bukan pembenaran. Namun ketika itu ibu saya tengah sakit, ia sedang dirawat di rumah sakit. Lebih dari sekali mereka menghina ibu saya dan saya tak menanggapi. Namun kali ini situasinya lain," demikian alasan Zidane.
(nar/nar)











































