Daripada Minta Maaf, Zidane Pilih Mati

Daripada Minta Maaf, Zidane Pilih Mati

- Sepakbola
Senin, 01 Mar 2010 21:30 WIB
Daripada Minta Maaf, Zidane Pilih Mati
Madrid - Zinedine Zidane kembali berkisah soal insiden tandukan kepalanya terhadap Marco Materazzi di Piala Dunia 2006. Zizou mengatakan dirinya pilih mati daripada minta maaf kepada Matrix.

Insiden itu terjadi di laga puncak Piala Dunia empat tahun silam antara Prancis kontra Italia. Kejadian tersebut diduga dipicu oleh kata-kata Materazzi yang menghina ibu dan saudara perempuan Zidane. Selanjutnya roh permainan Les Bleus itu menanduk dada bek Azzurri. Imbasnya Zizou harus menerima kartu merah.

Empat tahun berlalu setelah insiden itu. Zidane kini sudah gantung sepatu. Namun pria keturunan Aljazair itu masih mengenang kisah pahit tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah laga itu, saya memasuki ruang ganti dan saya mengatakan: saya menyesal. Memang penyesalan tak akan mengubah segalanya, namun saya memohon maaf dari kalian semua," tukas Zidane seperti dikutip dari AFP.

"Saya memohon mendapatkan maaf dari sepakbola, dari suporter, dari tim," lanjutnya.

Bagaimana dengan Materazzi, Zizou? "Untuk dia, saya tidak bisa melakukan hal itu. Tidak akan, tidak akan. Sebab tindakan itu akan membuat harga diri saya turun. Saya lebih memilih mati," tegasnya.

Mantan pemain Bordeaux, Juventus, dan Real Madrid itu menegaskan dirinya bukan bermaksud memendam dendam kesumat bagi Matrix.

"Banyak hal terjadi di lapangan. Tak sedikit di antaranya menimpa saya. Namun dalam kasus (tandukan kepala) ini, saya tak bisa menguasai diri."

"Ini bukan pembenaran. Namun ketika itu ibu saya tengah sakit, ia sedang dirawat di rumah sakit. Lebih dari sekali mereka menghina ibu saya dan saya tak menanggapi. Namun kali ini situasinya lain," demikian alasan Zidane.
(nar/nar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads