Di babak kualifikasi grup Liga Champions musim ini, Lyon hanya kebobolan tiga gol. Jumlah gol yang bersarang di gawang Les Gones ini bahkan lebih sedikit dibandingkan tim-tim kuat macam Manchester United (enam gol), Madrid (tujuh gol), AC Milan (tujuh gol), dan Chelsea (empat gol).
Kokohnya perisai Lyon bisa dilihat dalam enam partai resmi terakhir yang dilakoni anak asuh Claude Puel itu, yang selalu clean sheet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pertemuan pertama, Madrid takluk dan gagal membobol gawang Lyon.
Menghadapi laga ini, Los Galacticos punya modal penting. Madrid merupakan salah satu tim tertajam di babak grup. 15 gol dibukukan oleh Gonzalo Higuain dkk. ke gawang lawan.
"Kami harus mengejar defisit 0-1 dan Lyon tak akan membuat kami melakukan rencana itu dengan nyaman. Kami harus menekan sejak menit awal. Kami harus segera mencetak gol di awal laga guna menambah tekanan bagi mereka," kata Guti.
Laga melawan Sevilla di akhir pekan kemarin merupakan "latihan" yang sangat bagus bagi Madrid, khususnya membalikkan keadaan dari tertinggal menjadi kemenangan.
Mampukah tombak-tombak Madrid melubangi perisai kokoh Lyon sekaligus menghapus kutukan 16 besar yang selama ini menaungi Si Putih?
(nar/din)











































