Kalah 2-3 dalam laga di San Siro membuat Milan dalam posisi di ujung tanduk. Melawat ke Manchester United, Rossoneri tak cukup cuma sekadar memetik kemenangan karena mereka harus menjaga keunggulan paling tidak dengan selisih dua gol.
Misi tersebut jelas sangat sulit, meski bukan berarti tak mungkin. Faktanya, di Liga Champions musim ini The Red Devils tak terlalu perkasa di kandangnya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi untuk laga di babak 16 besar Fergie jelas bakal lebih hati-hati, meski juga sudah menang di pertemuan pertama. Pria Skotlandia itu bisa jadi cukup santai menghadapi pertemuan dengan Milan karena Nemanja Vidic dipastikan sudah kembali menemani Rio Ferdinand di pusat pertahanan plus Wayne Rooney yang diharapkan pulih dari cedera tepat pada waktunya.
Meski kalah di kandang sendiri, Milan masih menyimpan potensi untuk bisa menang di leg kedua dan lolos ke delapan besar. Soalnya, di Liga Champions musim ini Diavolo Rosso justru tampil lebih ganas jika menjalani laga tandang.
Saat cuma dua kali bermain imbang dan sekali kalah di San Siro pada babak fase grup, anak didik Leonardo justru memetik dua kemenangan dan sekali imbang saat melakukan lawatan. Salah satu sukses terbesar Milan tentu saja kemenangan 3-2 atas Real Madrid di Santiago Bernabeu.
Usai ditundukkan MU, Milan tampil impresif di Liga Italia dengan meraih tiga kemenangan dan sekali hasil imbang. Kalau bisa tampil dengan kekuatan terbaiknya, termasuk Alexandre Pato yang terancam absen karena cedera, kans untuk menang jelas masih terbuka, meski harus didapat lewat perjuangan yang tidak akan mudah.
"Sangat luar biasa datang ke Old Traffor dengan misi harus menang besar dan kami harus bermain dengan cara yang kami tahu, di samping Manchester United mempunyai tekanan atas keunggulan yang sudah mereka genggam. Saya pastikan kalau kami akan all out di sana untuk mengejar kemenangan," seru Leonardo usai bermain imbang dengan AS Roma.
(din/nar)











































