Ada dua hal yang menjadi motivasi Kaka untuk mencapai partai final musim ini. Yang pertama, ia ingin membawa Madrid meraih gelar yang kesepuluh. Sementara yang kedua, laga final tahun ini akan dihelat di Santiago Bernabeu, kandang El Real.
Bagi Kaka dan rekan-rekannya, melakoni laga final di kandang sendiri adalah sesuatu yang membanggakan. Apalagi jika bisa memenangi gelar kesepuluh di kandang sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Well, itu adalah pertanyaan yang cukup rumit. Tetapi, saya pikir saya akan memilih Barcelona. Saya lebih memilih untuk melawan rival ketimbang klub yang pernah saya bela dan sangat saya cintai," ujarnya.
"Ini adalah babak baru dalam karir saya dan saya sangat bahagia berada di Madrid. Jadi apabila saya bisa memilih lawan di final Liga Champions, saya akan memilih rival abadi kami dari Spanyol," tukasnya.
Sepanjang karirnya sebagai pesepakbola, Kaka telah dua kali mencicipi final Liga Champions--dua-duanya bersama Milan.
Dari dua kesempatan itu, ia memenanginya sekali dan menelan kekalahan sekali. Kebetulan, lawan yang dihadapi dalam dua final tersebut juga sama, yakni Liverpool.
(roz/krs)
