Meski sudah membaik, hubungan Leonardo dan Berlusconi sempat menegang beberapa waktu lalu. Berawal dari kekalahan 2-3 atas MU di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, pria yang juga menjabat Perdana Menteri Italia itu mengkritik metode melatih Leonardo.
Itu bukan kali pertama Berlusconi mencampuri urusan yang harusnya menjadi hak preogratif Leonardo. Saat Rossoneri memutuskan mengontrak Amantini Mancini dari Inter Milan, pengusaha media itu juga sempat mengutarakan ketidaksetujuannya. Milan disebut Berlusconi saat itu lebih membutuhkan striker dibanding gelandang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya suka dengan sistem di mana ada (Marco) Borriello dan (Klaas-Jan) Huntelaar, itu formula yang bisa berhasil. Saya tak mau berargumen lagi," sahut Berlusconi seperti diberitakan Football Italia.
Pernyataan Berlusconi tersebut merujuk pada skuad yang diturunkan Leonardo saat Milan melawat ke AS Roma di Liga Italia akhir pekan kemarin. Menyusul cederanya Alexandre Pato, pelatih Brasil itu memilih memainkan Huntelaar ketimbang Mancini atau David Beckham, yang sebelumnya diprediksi bakal mengisi kekosongan posisi 'Si Bebek'.
"Itu tidak benar kalau dikatakan saya menyarankan hal tersebut pada Leo. Yang ada, seperti selalu terjadi sebelumnya, Leonardo punya otonomi penuh terhadap semua keputusannya. Sepertinya eksperimen tersebut berhasil saat menghadapi Roma," pungkas Berlusconi. (din/a2s)











































