Dengan hasil ini Arsenal unggul agregat secara total 6-2 setelah di leg pertama menelahan kekalahan 1-2.Β Pahlawan kemenangan Arsenal di laga tersebut adalah Nicklas Bendtner yang mencetak hat-trick pertama di sepanjang karirnya di samping sumbangan gol dari Samir Nasri dan Emmanuel Eboue.
Pada laga yang digelar di Emirates Stadium tersebut Samir Nasri diplot di pusat permainan untuk menggantikan peran Cesc Febregas yang tak bisa tampil karena cedera hamstring. Sebagai catatan itu merupakan posisi asli pemain asal Prancis ini sebelum mendapat sentuhan modifikasi dari Arsene Wenger.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arsenal langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal. Tempo cepat diperagakan tuan rumah sembari mengandalkan peragaan umpan-umpan pendek.
Peluang nyata diperoleh Andrei Arshavin di menit tujuh. Bakary Sagna melepaskan umpan silang dari sisi kanan dan disundul Arshavin yang berdiri di tiang jauhn namun masih dapat diamankan kiper Helton.
Bendtner berhasil membuka keunggulan Arsenal di menit sembilan. Berawal dari umpan terobosan Nasri kepada Arshavin, Helton berlari cepat untuk memotong bola.
Namun sayang, bola tidak berhasil dengan sempurna ditangkapnya karena lebih dulu dihalau oleh pemain belakang Porto dan bola bergerak ke kiri. Bendtner langsung menyerobot bola liar tersebut untuk mengubahnya menjadi gol.
Bendtner yang kemampuannya di mulut gawang tengah dipertanyakan pasca tampil 'aneh' pada akhir pekan lalu benar-benar menjawab kepercayaan manajer Arsene Wenger. Dia kembali membobol gawang Porto di menit 25.
Berawal dari kesalahan yang dilakukan Jorge Fucile dalam membuang bola ke depan, Arshavin yang mendapatkan bola tersebutΒ bergerak agresif di sisi kiri untuk melepaskan umpan mendatar kepada Bendter yang menunggu di depan gawang.
Pemain internasional Denmark ini juga membuat ancaman berarti menjelang babak pertama berakhir. Dia melepskan tendangan jarak jauh yang masih dapat diblok ole Helton.
Porto tampil lebih agresif di awal babak kedua. Mereka tak lagi tampil rapat melainkan lebih membuka ruang dan memanfaatkan sisi lapangan.
Peluang matang didapat Radamel Falcao di menit 54. Berawal dari umpan Raul Mireles di sisi kiri, Falcao melepaskan tendangan yang dapat diselamatkan oleh Manuel Almunia meski sempat terlepas.
Di tengah asik untuk mulai mengembangkan permainan, petaka datang bagi Porto. Nasri berada di sisi kanan melakukan aksi yang cukup fantastis.
Dia meliuk-liuk untuk melewati tiga pemain Porto hingga akhirnya sampai di sisi gawang sebelah kanan. Dari sana dia melepaskan tendangan terarah dari sudut yang sangat sempit dan masuk.
Belum juga dapat berbenah, Porto kembali kebobolan. Berawal dari situasi tendangan sudut yang didapat Porto, bola berhasil didapat Arsenal dan Arshavin berlari dari lapangan sendiri sampai kotak di depan penalti Porto sebelum mengirim terobosan kepada Eboue yang meneruskannya menjadi gol dengan melewati Helton terlebih dahulu.
Dan Bendtner menyudahi permainan apiknya di laga ini melalui gol dari titi penalti pada menit 90. Wasit menunjuk titik putih setelah Rolando melakukan pelanggaran kepada Eboue di kotak terlarang.
Susunan pemain:
Arsenal: Almunia, Sagna, Campbell, Vermaelen, Clichy, Nasri (Denilson 73), Song, Diaby, Rosicky (Eboue '57), Bendtner, Arshavin (Walcott '76).
Porto: Helton, Fucile, Rolando, Bruno Alves, Pereira, Ruben Micael (Guarin '76), Coelho (Rodriguez '45), Raul Meireles, Varela (Gonzalez '76), Falcao, Hulk (fjp/krs)











































