Mourinho memang pernah menghadirkan masa-masa indah bagi Chelsea. Namun ia harus mengakhirinya dengan pahit. Mourinho dan Si Biru putus hubungan pada September 2007. Ketika itu kepergian The Special One dikabarkan karena adanya friksi dengan Abramovich.
Apakah kegagalan demi kegagalan di Liga Champions yang membuat Mourinho berseteru dengan Abramovich? Menurut manajer Chelsea saat ini, Carlo Ancelotti, milarder Rusia itu tidak mencanangkan status "wajib hukumnya" pada Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila trofi bukan masalah, bisa jadi perseteruan itu karena permainan Mourinho yang kurang atraktif. Tiga tahun melatih Chelsea, rataan gol tim London Barat di Liga Primer adalah 72 gol (2004/05), 72 gol (2005/06), dan 64 gol (2006/07). Ada pun dari tiga musim itu, dua musim pertama berujung dengan silverware.
Sedangkan di bawah Ancelotti, hingga pekan ke-29 Liga Primer musim ini sudah mencetak 69 gol.
Rataan gol "Si Biru"-Mourinho di Liga Primer adalah 1,79 per pertandingan, sementara The Blues-Ancelotti adalah 2,38.
Sepakbola meneyrang adalah hal yang bisa membuat Abramovich senang. "Sejak saya bergabung di sini, menurut saya beberapa hal telah berubah. Tim kini telah memiliki idenditas. Sistem permainan sedikit berbeda. Kami terus menjaga penguasaan bola dan bermain sepakbola menyerang," terang eks pelatih Parma, Juventus, dan AC Milan itu.
"Roman ingin kami bermain seperti ini dan saya pikir kami telah menuruti kemauannya."
Setelah perpisahan itu, Chelsea akan kembali bertemu dengan Mourinho. Tepatnya saat laga menghadapi Inter Milan di laga leg kedua 16 besar Liga Champions pada Rabu (17/3/2010) dinihari WIB. Situasi menjelang laga ini adalah tim London Barat harus mengejar kekalahan 1-2 yang diderita di pertemuan pertama
Ancelotti pun optimistis bahwa musim ini ia mampu membawa Frank Lampard dkk. mengangkat trofi Liga Champions musim ini.
"Kami punya kualitas untuk melakukannya. Tim ini mencapai lima kali semifinal dalam enam musim terakhir, dan bila ini terjadi lagi, saya akan bekerja hingga ke hal paling detail demi yang terbaik. Melawan Inter merupakan hasil undian yang terburuk, baik bagi kami atau pun mereka. Namun ini adalah waktunya untuk memaksimalkan kesempatan," tuntas arsitek asal Italia itu.
(nar/krs)











































