Menghadapi Sevilla di leg 2 perdelapanfinal Liga Champions di Stadion Ramos Sanchez Pizjuan, Rabu (17/3/2010) dinihari WIB, CSKA tidak diunggulkan akibat hasil 1-1 di laga pertama di Moskow.
Tapi siapa sangka, CSKA dengan gagah berani menjungkirbalikkan semua prediksi. Sevilla mereka bekap 2-1 dan klub asuhan pelatih Leonid Slutsky itu pun berhak atas tiket 8 Besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CSKA pun mencatatkan diri sebagai klub pertama dari Rusia yang berhasil sampai ke 8 Besar sejak musim 1995-96. Saat itu Spartak Moskow mewakili Rusia, tapi mereka disingkirkan oleh FC Nantes dengan agregat 4-2.
Setelah itu, klub-klub Rusia bagai terbenam. Tidak pernah ada lagi wakil negeri Tirai Besi itu yang mampu bicara banyak di Piala/Liga Champions, kompetisi nomor wahid Eropa.
CSKA memang bagai diciptakan sebagai pendobrak sejarah. Tahun 2005, mantan klub tentara Rusia itu menjadi klub pertama dari negeri Beruang Merah yang tampil sebagai juara Eropa, yakni dengan memenangi Piala UEFA.
Jejak CSKA kemudian diekor oleh Zenit St Petersburg yang jadi juara di kompetisi yang sama tahun 2008. Tahun berikutnya, giliran klub negara tetangga, Shakhtar Donetsk (Ukraina), yang meraja.
Pencapaian terbaik klub Rusia di Piala/Liga Champions sejauh ini dipegang oleh Spartak. Musim 1990-1991, Spartak maju ke semifinal tapi disingkirkan oleh Marseille.
Tahun 2006, manajer Arsenal Arsene Wenger pernah meramalkan bahwa salah satu klub Rusia akan menjadi juara Liga Champions dalam periode satu dekade mendatang. Ramalan itu belum pernah terbukti sampai sekarang, tapi melihat kiprah CSKA, prediksi Wenger punya peluang untuk terwujud.
(arp/roz)











































