Mourinho dan Beckham disatukan oleh garis nasib yang membuat mereka harus menghadapi klub yang pernah mereka bela. Mourinho yang melatih Inter Milan, berjumpa Chelsea, sedangkan Beckham yang kini memperkuat AC Milan, menghadapi Manchester United.
Reuni dua sosok flamboyan itu menghiasi pemberitaan nyaris semua media. Bukan hal yang berlebihan memang karena kehadiran keduanya memang mengaduk-aduk emosi penggemar sepakbola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Mourinho adalah arsitek di balik kesuksesan Chelsea memetik dua titel Premiership tahun 2005 dan 2006. Meski dipecat pada tahun 2007, sudah bukan rahasia lagi kalau para fans The Blues masih mencintai pria Portugal tersebut.
Namun reuni tak selalu berakhir manis. Beckham merasakan kekecewaan mendalam karena Milan dua kali dipukul MU, klub yang ia perkuat sejak bocah sampai ia pergi tahun 2003.
Di laga pertama di Milan, sebulan lalu, Milan-nya Beckham kalah 2-3. Rasa sakit Becks kian menjadi karena ketika ia kembali ke Old Trafford, Rossoneri terpuruk lebih dalam dan terkapar 0-4.
Beda dengan Beckham, Mourinho mengecap hasil yang lebih manis. Setelah menghela Inter menang 2-1 di Milan, Mourinho kembali membuat Chelsea menangis dengan unggul 1-0 di Stamford Bridge.
Sebelum pertandingan, Mourinho mengakui bahwa saat-saat Chelsea adalah salah satu hal paling indah dalam hidupnya. Tapi toh Mourinho kini pelatih Inter, jadi kemenangan harus ia rayakan.
"Saya banyak merayakan kemenangan ini di ruang ganti. Saya cinta Chelsea, tapi saya adalah seorang profesional," demikian Mourinho.
(arp/din)











































