Kerjasama Mourinho-Abramovich terjadi ketika pelatih asal Portugal itu menukangi Chelsea mulai tahun 2004. Tiga tahun di Stamford Bridge, Mourinho-Chelsea selanjutnya putus hubungan. Disinyalir perpisahan itu terjadi akibat ketidakcocokan antara The Special One dengan sang miliarder Rusia itu.
Tiga tahun setelah perpisahan itu, Mourinho kembali ke Stamford Bridge. Bukan sebagai kawan, tapi sebagai lawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya Inter menang 1-0 sekaligus mengantarkan tim Biru-Hitam melaju ke babak selanjutnya dengan agregat 3-1.
Lewat kemenangan ini, Mourinho telah membuktikan diri di hadapan Abramovich bahwa dirinya belum habis dan penilaian Abramovich soal dirinya di waktu lalu ternyata keliru.
Namun The Special One, yang biasanya terkenal dengan kata-kata pedasnya, kali ini berkomentar kalem dan diplomatis soal mantan bos-nya itu.
"Roman paham benar bagaimana caranya memahami, membaca, dan menganalisis permainan. Sudah pasti dia paham bahwa timnya kalah dari sebuah tim yang pantas menang. Roman adalah orang yang paham soal fair play dan saya yakin dia bisa menerimanya," ujar Mourinho dilansir dari AFP.
"Saya mengenal Roman sebagai orang yang sangat berpendidikan. Ia sudah berbeda dibanding Roman tiga atau lima tahun silam," tambah pelatih berusia 47 tahun tersebut.
Mourinho pun "memaafkan" Roman untuk apa yang pernah terjadi di waktu lalu. "Mungkin ketika pertama kali Roman terjun di sepakbola, dia pikir akan gampang. Namun ternyata tak mudah. Tim yang menang akan memiliki hal-hal hingga detil terkecil, itulah yang membuat perbedaan," tuntasnya.
(nar/a2s)











































