Mourinho saat ini menukangi Inter dan bernaung di bawah atap Giuseppe Meazza, bukan Stamford Bridge markas Chelsea yang memang pernah dia tangani. Tapi Mourinho memang tak membual kala bilang Bridge akan memberinya keberuntungan.
"Semua orang tahu Mourinho tidak kalah di Stamford Bridge. Aku tidak pernah kalah," ucap dia sebelum Inter menjalani laga kedua perdelapanfinal Liga Champions kontra Chelsea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh yang dicatat oleh Four Four Two, Mourinho punya rekam jejak dahsyat di Stamford Bridge. Selama menangani Chelsea dari tahun 2004 sampai 2007, The Special One hanya kalah dua kali di Stamford Bridge dalam seluruh kompetisi.
Yang pertama adalah saat kalah adu penalti dari Charlton Athletic di Piala Carling pada 26 Oktober 2005, sementara yang kedua pada tahun 2006 setelah digebuk Barcelona di Liga Champions.
Catatan positif ini memanjang bahkan ketika Mourinho tak lagi menghuni Stamford Bridge. Inter yang dia tangani sukses diantarnya membekuk Chelsea 1-0, Rabu (17/3/2010) dinihari WIB.
Hasil tersebut bukan saja melengkapi kemenangan 2-1 yang diperoleh Inter atas Chelsea di leg pertama --dan lolos dengan agregat 3-1-- tapi juga bikin Mourinho bak menegaskan bahwa Bridge sampai kini pun masih jadi "rumah" yang memberikan tuah untuknya, bahkan saat dia ada di tim yang berseberangan.
"Hari ini aku bukanlah special one untuk Chelsea, tapi Inter-lah yang spesial. Hari ini aku adalah musuh (Chelsea dan Stamford Bridge), tapi itulah hidup," lugas Mourinho berfilosofi.
(krs/a2s)










































