'Bye-Bye Carletto' pun Terdengar di Bridge

'Bye-Bye Carletto' pun Terdengar di Bridge

- Sepakbola
Rabu, 17 Mar 2010 12:04 WIB
Bye-Bye Carletto pun Terdengar di Bridge
Jakarta - Carlo Ancelotti diboyong ke Chelsea dengan salah satu misi utama mengantar klub itu ke tahta juara Liga Champions. Gagal, masa depannya pun mulai dispekulasikan.

Dengan catatan dua kali mengantar AC Milan menjuarai Liga Champions, Ancelotti pun didatangkan bos Chelsea Roman Abramovich ke Stamford Bridge musim panas lalu. Don Carletto diharap bisa mengubah peruntungan 'Si Biru' di kompetisi itu.

Semenjak Roman Abramovich mengambil alih kepemilikan Chelsea tahun 2003 silam, catatan terbaik klub London itu adalah mencapai final tahun 2007-08. Selebihnya, mereka empat kali kandas di semifinal (2003-04, 2004-05, 2006-07, 2008-09) dan satu kali terhenti di babak 16 besar (2005-06).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kedatangan Ancelotti, Abramovich tentu mengharapkan lahirnya Chelsea yang lebih tangguh di Eropa. Apa lacur, The Blues musim ini lantas malah kandas di tangan Inter Milan yang ditangani bekas manajernya sendiri, Jose Mourinho.

Kian mengenaskan karena Chelsea racikan Ancelotti sama sekali tak bisa membendung Inter bersama Mourinho. Kalah pada leg pertama di Giuseppe Meazza, Chelsea kemudian keok lagi saat ganti menjamu Nerazzuri, Rabu (17/3/2010). Chelsea pun kandas di babak 16 besar.

Mengingat citra diri Abramovich yang di masa lalu tak segan-segan langsung menggusur elemen yang dia nilai sudah gagal dan tak lagi menjanjikan, bisik-bisik mengenai masa depan Ancelotti pun mulai bermunculan.

Indikasi ini bahkan sudah diendus fans Inter. Independent menyebut bahwa saat Chelsea sudah di ambang kekalahan, para Interisti yang hadir di Stamford Bridge serta merta bernyanyi, "Bye-bye, Carletto."
Β 
Terkait lagu, Ancelotti niscaya mesem-mesem saja mendengarnya. Selama delapan bulan menangani Chelsea konon belum satu kali pun namanya dinyanyikan di Stamford Bridge. Saat ada koor yang terdengar, itu justru datang dari fans tim lawan yang liriknya mengolok-olok.

Apapun, Ancelotti sadar benar bahwa untuk seorang pelatih risiko dipecat selalu ada. Itu mengapa setelah kandas di Liga Champions dia kini menggantungkan asa di Liga Primer dan Piala FA.

"Untuk seorang manajer wajar di bawah tekanan jika dia kalah di beberapa partai. Sekarang kami punya dua kompetisi penting. Kami sudah sampai ke urutan teratas daftar prioritas dan kami ingin menang."

"Kami akan mendapat tekanan di beberapa laga berikutnya tapi kami harus kuat dan mengendalikan emosi. Mungkin kekalahan (dari Inter) ini akan menjadi sumber motivasi yang sangat bagus di pertandingan selanjutnya," kata Ancelotti di The Sun.

Chelsea saat ini tengah duduk di posisi dua klasemen Liga Primer, dengan tertinggal dua poin dari pemuncak klasemen Manchester United kendati punya satu laga lebih banyak. Sementara di Piala FA Chelsea tengah menjejak semifinal dan akan menghadapi Aston Villa untuk berebut satu tempat di final.


(krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads