"Saya memiliki alasan lain yang membuat saya terpacu untuk melakukan yang lebih baik di sini, karena kami selalu kalah di London," demikian ujar Del Piero di Football-Italia, sebelum laga kedua 16 besar Liga Europa melawan Fulham di Craven Cottage, London.
Jumat (19/3/2010) dinihari WIB laga tersebut telah dilaksanakan. Hasilnya, "kutukan London" yang dikatakan Del Piero masih belum mau meninggalkan Bianconeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
London memang bukan kota yang ramah bagi Juventus. Dalam laga kompetisi Eropa sebelumnya, Si Nyonya Tua juga tersungkur di London.
28 Maret 2006, Juventus dikalahkan Arsenal di Highbury di pertandingan pertama perempatfinal Liga Champions dengan skor 0-2.
Seperti halnya melawan Fulham, Juve juga harus kehilangan dua pemainnya akibat kartu merah dalam pertandingan ini yakni Jonatahan Zebina dan Mauro Camoranesi. Yang unik, Zebina juga diusir dalam laga dinihari tadi.
Di leg kedua, Juve hanya mampu bermain imbang 0-0 dengan Arsenal. Alhasil Bianconeri pun harus tersisih dari kompetisi tertinggi antarklub Benua Biru.
Juve kembali tersungukur di ibukota Inggris. Peristiwa itu terjadi di Liga Champions musim lalu. 25 Februari 2009, Juventus takluk 0-1 dari Chelsea di leg pertama 16 besar. Di partai kedua di kandang sendiri, tim dari kota Turin itu dipaksa bermain imbang 2-2. Lagi-lagi La Vecchia Signora harus masuk kotak.
Sebenarnya "kutukan" Juve tak hanya sebatas di London saja. Setiap berlaga di Inggris, tim Hitam-Putih hampir selalu mengalami malapetaka.
(nar/a2s)










































