Sialnya Prancis

Liga Champions

Sialnya Prancis

- Sepakbola
Jumat, 19 Mar 2010 19:05 WIB
Sialnya Prancis
Nyon - Fans Prancis pasti tidak senang dengan hasil undian babak perempatfinal Liga Champions 2009/2010. Dua tim terbaik mereka, Bordeaux dan Lyon, sudah harus saling "bunuh" sebelum semifinal.

Dalam pengundian di markas UEFA di Nyon, Swiss, Jumat (19/3/2010), Girondins Bordeaux muncul paling pertama sebagai tim terundi. Beberapa detik kemudian, muncul kertas bertuliskan Olympique Lyon. Nasib sudah mempertemukan mereka di babak delapan besar.

Sebenarnya ini adalah musim terbaik Prancis di Liga Champions dalam enam tahun terakhir karena meloloskan dua wakilnya ke babak perempatfinal. Bersama Inggris (Manchester United dan Arsenal), mereka melebihi Spanyol (Barcelona), Italia (Inter Milan), Jerman (Bayern Munich) dan Rusia (CSKA Moskow) yang hanya diwakili satu tim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kali terakhir Prancis diwakili dua tim di perempatfinal Eropa adalah di musim 2003/2004, atas nama Lyon dan Monaco. Lyon tersingkir di babak itu, Monaco melaju sampai final sebelum ditundukkan FC Porto.

Setelah itu, hanya Lyon wakil Prancis yang bisa menembus perempatfinal Liga Champions, berturut-turut di tahun 2005 dan 2006. Namun sejak itu, dalam tiga musim terakhir tak pernah ada wakil Prancis yang bertahan melewati babak 16 besar, sampai catatan itu dibuat lagi di musim ini.

Meskipun dipastikan kehilangan satu wakilnya lebih cepat, paling tidak satu wakil Prancis di semifinal sudah ada. Salah satu mereka akan bertemu Manchester United atau Bayern Munich di babak empat besar.

"Kami berbincang-bincang dengan (presiden Lyon) Jean-Michel (Aulas) sebelum pengundian, dan kami setuju untuk tidak saling berhadapan," tutur presiden Bordeaux, Jean-Louis Triaud dikutip Eurosport.

"Keuntungan kami adalah kami main kandang di leg kedua. Keuntungan mereka akan mereka lebih berpengalaman dibanding kami di level ini?"

"Ini pertandingan yang aneh, tapi akan ada satu tim Prancis di babak semifinal untuk pertama kalinya sejak Monaco (2004)," timpal Aulas.

Musim lalu Bordeaux yang dilatih Lauren Blanc mengakhiri dominasi Lyon sebagai juara Liga Prancis tujuh musim berturut-turut. Lyon bahkan finish di tempat ketiga, di bawah Marseille. Di musim ini, sampai pekan ke-28, Bordeaux masih bertengger di puncak klasemen, sedangkan Lyon di urutan kelima. (a2s/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads