Bayern Munich tentu saja bukan lawan enteng buat MU di babak perempatfinal, sebagaimana mereka terundi demikian, Jumat (19/3/2010). Namun, secara obyektif performa Bayern musim ini tidak terlalu menakutkan, bahkan mereka tidak terlalu dominan di Bundesliga.
Pasukan Louis van Gaal, meskipun tetap dihuni pemain-pemain hebat macam Miroslav Klose, Bastian Schweinteiger, Mario Gomez, Arjen Robben atau Franck Ribery, seperti masih belum menemukan bentuk terbaiknya. Petinggi Hollywood FC beberapa kali mengakui bahwa mereka masih dalam proses menciptakan tim kuat yang konsisten terutama di Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bordeaux memang sedang naik daun karena musim lalu mengakhiri dominasi Lyon sebagai juara Liga Prancis, dan masih memuncaki klasemen sementara musim ini. Namun, Yoann Gourcuff dkk kurang pengalaman bermain di level tinggi di Eropa. Ini adalah kali pertama mereka menembus babak perempatfinal Liga Champions.
Soal pengalaman, Lyon masih lebih baik dibanding Bordeaux. Apalagi kepercayaan diri mereka meninggi setelah menaklukkan Real Madrid di babak 16 besar. Tapi, sekali lagi, di atas kertas MU masih lebih unggul daripada Lyon.
Di plot lain, Barca, Inter dan Arsenal tentu saja lebih diperhitungkan ketimbang CSKA Moskow. Itu sebabnya Inter diperkirakan tak menemui kesulitan untuk mengatasi wakil Rusia itu di babak perempatfinal. Jika prediksi itu terbukti, mereka tinggal menunggu pemenang Barca vs Arsenal untuk main di semifinal.
Maka duel El Barca kontra The Gunners menjadi partai terseru di babak delapan besar. Pertandingan ini dipastikan menarik karena kedua tim fanatik dengan permainan indah dan menyerang. Sedikit bedanya, Barca lebih "terbiasa" main cantik dan menang, tapi Arsenal sering dikritik karena mengutamakan permainan atraktif tapi hasilnya tak menang.
Arsenal pasti menyimpan dendam kekalahan dari Barca di final 2006, ketika Jens Lehmann dikartu merah ketika mereka memimpin lebih dulu, dan di penghujung laga menyerah 1-2. Tapi kondisi Cesc Fabregas dkk di musim ini juga tidak sedang bagus-bagusnya. Dalam perburuan titel Premiership pun, kendati masih berpeluang, kans mereka tidak sebesar MU dan Chelsea.
Apapun bisa terjadi, termasuk Arsenal tentu saja memiliki banyak kekuatan untuk mengalahkan Barcelona. Tapi, sekali lagi jika ukurannya adalah performa umum sepanjang musim, Barca masih lebih berpeluang. Apalagi di leg kedua mereka bermain di kandangnya sendiri.
Nah, jika prediksi itu juga terbukti, maka memperkirakan pemenang Barcelona versus Inter Milan di semifinal menjadi lebih sulit lagi. Inter musim ini begitu terfokus di Liga Champions, dan itu dibuktikan dengan menaklukkan Chelsea di babak 16 besar.
Jose Mourinho akan menjadi faktor besar lain yang menjadikan duel ini sangat wajib ditonton. Ia tentu masih penasaran karena pernah didepak Los Blaugrana di Liga Champions, sewaktu ia masih menukangi Chelsea.
Sampai sini, sangat tidak mudah menganalisis siapa yang bakal unggul: Barca atau Inter. Baru bursa taruhan yang mendahuluinya, dengan menempatkan Barca sebagai tim terfavorit juara. Tapi sepakbola bukanlah milik petaruh. Hanya di lapangan semuanya akan terjadi. (a2s/krs)











































