Main Menyerang Demi Kepuasan Penonton

Jelang Arsenal vs Barca

Main Menyerang Demi Kepuasan Penonton

- Sepakbola
Selasa, 30 Mar 2010 00:05 WIB
Main Menyerang Demi Kepuasan Penonton
Barcelona - Barcelona identik dengan sepakbola menyerang nan indah. Dan hal itu takkan diubah walau pun akan bertandang ke ke Arsenal karena semua El Barca lakukan demi kepuasan para penikmat sepakbola.

Emirates Stadium, Kamis (1/4/2010) dinihari WIB, akan memanggungkan duel Arsenal kontra Barca di leg 1 perempatfinal Liga Champions. Di atas kertas, melihat kedalaman skuad yang dimiliki oleh Barca, boleh dibilang Arsenal relatif di bawah lawannya itu.

Namun, dengan dukungan puluhan ribu pendukungnya serta penampilan terakhir Arsenal di kandangnya lalu saat membantai Porto dengan skor 5-0, jelas Barca tidak boleh menganggap enteng pasukan muda milik Arsene Wenger itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apalagi The Gunners tentunya mengusung dendam kekalahan 1-2 di final empat tahun silam.

Kalau sudah begini, apakah Barca akan menanggalkan permainan ofensifnya? Buat Josep Guardiola,ia tetap akan mengusung taktik seperti biasa karena sejak dirinya melatih musim lalu paham sepakbola menyerang sudah jadi identitas tim asal Catalan itu.

"Sejak saya mengambil pekerjaan ini, permainan kami sudah identik dengan keberanian dan sepakbola menyerang," tegas Guardiola di Sportinglife.

"Terkadang kami bermain dengan sangat berani dan terkadang saya pikir kami bermain tanpa rasa takut," sambungnya.

"Inilah filosofi sepakbola. Menang atau kalah, saya ingin menunjukkan siapa kami ini dan seperti apa sepakbola yang kami anut. Saya ingin tim saya tetap all out dan menjadi diri mereka sendiri."

Selain tentu paham sepakbola menyerang yang dianut, Guardiola menilai kepuasan para penonton jadi sebab ia tak mau meninggalkan gaya permainan tersebut. Menurutnya, penonton harus bisa terhibur karena mereka sudah mengeluarkan uang tak sedikit buat melihat sebuah tontonan sepakbola yang menarik.

"Kami hidup di dunia di mana segalanya berhubungan dengan uang dan banyak orang yang berkorban besar hanya untuk pergi dan menonton pertandingan sepakbola," ucap pria berpaspor Spanyol itu.

"Jadi bagi saya, itu semua masuk di akal. Jika anda ingin melakukannya untuk orang-orang tersebut, harus dengan usaha, kerja keras, perencanaan, konsentrasi dan disiplin," tukasnya.

"Jadi cara kami bermain adalah untuk menunjukkan respek kami kepada orang-orang yang sudah membayar tiket atau membayar untuk menonton pertandingan di televisi," pungkas pelatih usia 39 tahun itu.

(mrp/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads